Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

PHE Bantu Bersihkan Ceceran Tumpahan Minyak di Pulau Pari

Rabu 12 Aug 2020 18:39 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya

Tim Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), membersihkan ceceran minyak mentah yang muncul di Pulau Pari Kepulauan Seribu.

Tim Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), membersihkan ceceran minyak mentah yang muncul di Pulau Pari Kepulauan Seribu.

Foto: Dok Pertamina Hulu Energi (PHE)
Belum diketahui darimana ceceran minyak tersebut berasal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES), membersihkan ceceran minyak mentah yang muncul di Pulau Pari Kepulauan Seribu.

VP Relations PHE Ifki Sukarya menyampaikan, upaya membersihkan ceceran minyak tersebut untuk membantu pembersihan pantai yang dilakukan oleh Sudin Lingkungan Hidup Pemkab Kep. Seribu bersama masyarakat Pulau Pari, dengan berkoordinasi dengan KSOP Kepulauan Kepulauan Seribu.

“Saat ini kami belum mengetahui darimana ceceran minyak tersebut berasal. Kami pastikan mengerahkan seluruh anak perusahaan yaitu PHE OSES dan PHE ONWJ melakukan pengecekan di lapangan," ujar Ifki, Rabu (12/8).

Selain mengecek langsung, tim lapangan juga berdasarkan permintaan Sudin LH Kabupaten Kepulauan Seribu telah mengambil sampel ceceran untuk kemudian dilakukan finger print test untuk mengecek asal ceceran minyak.

Adapun kegiatan Pembersihan terbagi dalam tiga wilayah baik bagian tengah, barat dan timur serta diperkirakan akan selesai sekitar tiga hari dengan melakukan penyisiran Pulau Pari dan Pulau Lancang.

Ia mengungkapkan peran serta PHE OSES dalam pengecekan dan pembersihan pantai dari ceceran minyak sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Yang utama, kami bantu melakukan pembersihan terlebih dahulu agar pantai kembali bersih.

Adanya dugaan masyarakat bahwa ceceran berasal dari Sumur YYA-1 yang tahun lalu pernah bocor. Dipastikan bahwa sampai saat ini sumur YYA-1 dalam kondisi aman.

"Sumur YYA -1 sudah ditutup sejak September 2019, dan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menutup Status Darurat Penanggulangan Tumpahan Minyak Anjungan YYA -1 PHE ONWJ Juli 2020, sehingga kami pastikan sudah aman," ujarnya.

Ifki juga menyebut perairan Karawang yang sempat tercemar limbah minyak, juga sudah pulih sejak September 2019. PHE dalam operasinya senantiasa patuh pada aspek HSSE dan lindung lingkungan. Sehingga dampak yang terjadi di lingkungan wilayah operasi menjadi perhatian kami.

"PHE akan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan dan membantu masyarakat melakukan pembersihan lokasi, 10 orang tim PHE OSES bersama 22 orang dari Suku Dinas Lingkungan Hidup beserta 10 petugas PPSU sudah berada di lapangan untuk mensupport pembersihan di Pulau Pari dengan berkoordinasi dengan KSOP Kepulauan Seribu," terangnya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA