Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Pemberian ASI Eksklusif Pengaruhi Indeks Pembangunan Manusia

Rabu 12 Aug 2020 16:15 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Air susu ibu (ASI) yang diperah. Pemberian ASI merupakan hak asasi yang harus dijamin pemenuhannya.

Air susu ibu (ASI) yang diperah. Pemberian ASI merupakan hak asasi yang harus dijamin pemenuhannya.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
IDAI menyebut, pemberian ASI pengaruhi perkembangan otak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengatakan, pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif tak saja bermanfaat bagi ibu dan anak. Di lingkup negara, pemberian ASI bahkan mampu memengaruhi Human Development Index atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang lebih baik.

"ASI eksklusif itu memengaruhi perkembangan otak dan ini berkaitan dengan Indeks Pembangunan Manusia," kata dia saat diskusi daring peringatan Pekan Menyusui Sedunia yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Aman menjelaskan, hal itu salah satunya dapat dilihat dari negara-negara yang memberikan cuti melahirkan lebih dari enam bulan. Negara tersebut tampak memiliki kualitas dan pertumbuhan anak yang lebih baik dibandingkan negara yang tidak memberikan cuti melahirkan lebih dari enam bulan.

Sebagai contoh, Aman menyebut Jerman. Di sana, perusahaan memberikan cuti hingga 14 bulan di mana ayah dan ibu sang anak boleh memilih untuk bergantian cuti.

"Dari sini angka Human Development Index-nya bisa dibandingkan dengan negara lain," kata dia.

Selain itu, ASI eksklusif pada dasarnya juga mampu menurunkan angka kematian pada anak. Otomatis, hak anak untuk hidup dan hak anak untuk sehat bisa dipenuhi.

Senada dengan itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, salah satu strategi yang mampu meningkatkan IPM dengan cepat ialah menurunkan angka kematian bayi dan balita. Sebab, salah satu cara menghitung IPM ialah berkaitan dengan rata-rata angka harapan hidup di suatu negara sehingga jika kematian bayi dapat dicegah, maka angka rata-rata hidup akan menjadi tinggi.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gusti Ayu Bintang Darmawati mengingatkan semua pihak terkait perlunya saling bersinergi untuk melindungi seluruh anak-anak di Tanah Air. Ia mengatakan untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak di seluruh Indonesia perlu komitmen yang luar biasa dari pimpinan daerah melalui kebijakan-kebijakan serta inovasinya.

"Karena semua anak adalah anak kita dan mereka adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA