Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Softener Bisa Bikin Piama dan Selimut Terasa Panas?

Rabu 12 Aug 2020 08:49 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Piama koleksi Midnight Mischief. Penjualan piama di Australia meningkat sejak WFH.

Piama koleksi Midnight Mischief. Penjualan piama di Australia meningkat sejak WFH.

Foto: midnight mischief
Piama yang adem tentu akan membuat tidur lebih nyaman saat cuaca panas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cuaca yang panas sering kali membuat seseorang sulit tertidur di malam hari. Menghindari penggunaan pelembut pakaian (softener) saat cuaca panas ternyata dapat membantu mempermudah tidur di malam hari.

CEO Laundryheap sekaligus ahli penatu Deyan Dimitrov menyarankan agar piama dan selimut tidak dicuci dengan pelembut pakaian di bulan-bulan bersuhu lebih panas. Menggunakan baju tidur atau selimut yang dicuci dengan pelembut pakaian di cuaca panas dapat membuat seseorang lebih berkeringat di malam hari.

Alasannya, penggunaan pelembut pakaian dapat mengurangi kemampuan kain untuk menyerap kelembapan. Oleh karena itu, keringat akan terasa menumpuk ketika seseorang menggunakan baju tidur atau selimut yang dicuci dengan pelembut pakaian di cuaca panas.

"Sebaiknya lewatkan penggunaan pelembut pakaian ketika mencuci selimut atau baju tidur Anda," tutur Dimitrov, seperti dilansir The Sun.

Dimitrov mengatakan, penggunaan pelembut pakaian memang dapat membuat baju tidur dan selimut menjadi wangi. Akan tetapi, kemampuan alami serat kain untuk menyerap kelembapan juga menurun secara drastis.

"Ini akan menyebabkan tidur yang berkeringat," tambah Dimitrov.

Pilihan terbaik untuk mencuci baju tidur dan selimut di cuaca panas adalah deterjen non-bio. Pilih deterjen non-bio yang tidak ditambahkan dengan pewangi.

"Deterjen bio membersihkan secara kuat, akan tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan pada serat katun alami, yang dapat menurunkan tingkat penyerapan kain itu," jelas Dimitrov.

Di cuaca panas, penggunaan piama atau seprai berbahan sutra sebaiknya dihindari. Meski sebagian orang mengira bahan sutera dapat memberikan perasaan yang lebih sejuk, sutra sebenarnya merupakan jenis kain terburuk untuk digunakan di cuaca panas atau musim panas. Kain sutra lebih cocok digunakan di cuaca yang dingin menurut Dimitrov.

"(Sutra) menangkal kelembapan, membuat tidur menjadi berkeringat di musim panas," ujar Dimitrov.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA