Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Alasan PDIP Belum Tentukan Penerus Risma di Surabaya

Rabu 12 Aug 2020 05:43 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha / Red: Ratna Puspita

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Foto: Antara/Reno Esnir
'Politik melihat momentum, kalkulasi, kontemplasi, alam pikir dan alam rasa.'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga saat ini belum menentukan calon kepala daerah di Surabaya. Partai berlogo kepala banteng moncong putih itu mengaku masih menunggu momentum politik untuk menemukan penerus Wali Kota Tri Rismaharini.

"Berkaitan dengan Surabaya, sekali lagi politik itu melihat momentum, melalui kalkulasi dan kontemplasi serta menyatukan alam pikir dan alam rasa," kata Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Selasa (11/8).

Baca Juga

Hasto mengatakan, PDIP masih ingin melihat momentum terkait pasangan calon kepala daerah di Surabaya. Dia mengungkapkan, penerus Tri Rismaharini rencananya akan diumumkan pada publikasi pemberian rekomendasi gelombang keempat.

Dia melanjutkan, pengumuman pengesahan rekomendasi itu akan dilakukan bersamaan dengan publikasi calon kepala daerah kabupaten dan kota Bali. Hal itu juga dilakukan secara serentak dengan pengumuman pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

"Dengan demikian ini persoalan strategis, kalkulasi politik dan momentum. Partai terus menyiapkan kader untuk menjadi pemimpin," katanya.

Sementara, salah satu calon kepala daerah yang bakal bersaing di Pilkada Surabaya adalah Machfud Arifin. Mantan Kapolda Jawa Timur itu telah mendapatkan dukungan dari Golkar PKB, PPP, PKS, PAN, Gerindra dan Demokrat.

Seperti diketahui, Pilkada serentak rencananya akan dilakukan pada 9 Desember 2020 mendatang. Total daerah yang akan melaksanakan pemilihan sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA