Rabu 12 Aug 2020 05:19 WIB

Ini Rencana Pembangunan Perkeretaapian Hingga 2024

Pembangunan perkeretaapian termasuk kereta antarkota, bandara dan pelabuhan.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Petugas PT KAI meninjau kondisi gerbong di Stasiun Simpang Haru, Padang, Sumatera Barat, Rabu (1/7/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini sudah menetapkan rencana pembangunan perkeretaapian tahun ini hingga 2024. Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan rencana tersebut dibuat utnuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menggunakan transportasi kereta.
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Petugas PT KAI meninjau kondisi gerbong di Stasiun Simpang Haru, Padang, Sumatera Barat, Rabu (1/7/2020). Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini sudah menetapkan rencana pembangunan perkeretaapian tahun ini hingga 2024. Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan rencana tersebut dibuat utnuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menggunakan transportasi kereta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini sudah menetapkan rencana pembangunan perkeretaapian tahun ini hingga 2024. Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan rencana tersebut dibuat utnuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menggunakan transportasi kereta.

“Memang apa yang sudah dibangun masih belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat dalam rangka meningkatkan konektivitas. Tapi terus akan dilakukan pembangunan hingga 2024,” kata Zulfikri dalam webinar Transportasi untuk Merajut Keragaman, Selasa (11/8).

Baca Juga

Zulfikri memastikan rencana pembangunan perkeretaapian pada 2020 hingga 2024 termasuk untuk kereta antarkota, bandara, dan pelabuhan. Termasuk salah satunya dalam lima tahun ke depan, kereta cepat Jakarta-Bandung akan beroperasi.

Rencana pembangunan perkeretaapian pada 2020-2024 di Pulau yakni untuk kereta api (KA) perkotaan beberapa di antaranya perkeretaapian Jabodetabek, jalur ganda Kiaracondong-Cicalengka hingga elektrifikasi Yogyakarta-Solo. Lalu untuk KA antarkota yaitu kereta cepat Jakarta-Bandung, kereta semi cepat Jakarta-Surabaya hingga jalur ganda KA Bogor-Sukabumi. Sementara untuk KA akses bandara dan pelabuhan yakni KA Bandara Internasional Yogyakarta dan KA Pelabuhan Tanjung Mas.

Lalu untuk di Pulau Sumatra, beberapa di antaranya yakni KA Komuter Medan Binjai Besitang hingga KA Bandara Radin Inten II. Sementara di Pulau Sulawesi yakni KA Makassar-Parepare dan KA Akses Pelabuhan Garongkong.

“Apa yang sudah sudah dibangun dengan rencana lima tahun ke dapan dalam kondisi pandemi ini bagaiamna caranya agar maksimal,” tutur Zulfikri.

Dia mengatakan dengan adanya pandemi Covid-19, mengharuskan operasional dan pembangunan kereta api dengan mempertimbangkan jaga jarak fisik. Untuk itu, Zulfikri menegaskan saat ini operasional kereta api kapasitasnya masih dibatasi.

“Kuncinya keberhasilan bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan karena sifat transportasi massal untuk masyarakat komuter. Bagaimana kita bisa mendisiplinkan dalam menjalankan protokol kesehatan,” jelas Zulfikri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement