Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Pemberian ASI Meningkat Saat Pandemi Covid-19 

Selasa 11 Aug 2020 20:33 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Mas Alamil Huda

Ibu menyusui. (Ilustrasi)

Ibu menyusui. (Ilustrasi)

Foto: Republika
Pemberian air susu ibu (ASI) di semester I 2020 melonjak hingga 52 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) yang menghantam negeri ini ternyata menimbulkan dampak positif. Pemberian air susu ibu (ASI) di semester I 2020 melonjak hingga 52 persen.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurjasmi mengutip data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa pandemi Covid-19 membuat terjadinya peningkatan pemberian ASI di semester I tahun ini dibandingkan periode yang sama 2019 lalu.

"Pemberian ASI tahun lalu masih 20 persen naik menjadi 52 persen di semester I 2020," ujarnya saat mengisi webinar bertema Pekan Menyusui Sedunia, Selasa (11/8).

Dia menganalisis, penyebabnya karena kaum ibu yang juga menjadi wanita karir tidak pergi bekerja kemudian membuat ia banyak memberikan ASI. Pihaknya menyambut baik fakta pemberian ASI utamanya eksklusif yang meningkat.

Ia menegaskan, IBI berkomitmen untuk mendukung dan mendorong ibu-ibu yang baru melahirkan untuk dapat memberikan ASI secara optimal. Mulai dari inisiasi menyusui dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, dan masih memberikannya dengan makanan pendamping ASI sampai anak berusia dua tahun.

 Sebagai bentuk dukungan, pihaknya mendampingi ibu hamil sebelum melahirkan buah hatinya. Selama fase itu, pihaknya memberikan materi komunikasi informasi edukasi (KIE) konseling kepada ibu hamil, termasuk bagaimana ibu menjaga kesehatannya. 

Kemudian, pihaknya memberikan materi ASI eksklusif dan IMD hingga keluarga berencana. "Berawal dari informasi yang didapatkan sebelum anaknya lahir, diharapkan ibu yang melahirkan kemudian bisa memberikan IMD dan ASI," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA