Rabu 12 Aug 2020 05:29 WIB

Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon 100 Orang

Sejak memasuki fase AKB, ada pemahaman bahwa AKB seolah-oleh sudah bebas dan longgar

Rep: lilis sri handayani/ Red: Hiru Muhammad
Sejumlah pengunjung memilih pakaian yang dijual di salah satu mal di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (20/5/2020). Hari pertama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap kedua yang berlangsung hingga 2 Juni 2020 di Kabupaten Cirebon, pemerintah daerah setempat memberikan relaksasi ekonomi dan mengizinkan mal, swalayan dan minimarket beroperasi normal dengan memperhatikan protokol kesehatan
Foto: NOVA WAHYUDI/ANTARA
Sejumlah pengunjung memilih pakaian yang dijual di salah satu mal di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (20/5/2020). Hari pertama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap kedua yang berlangsung hingga 2 Juni 2020 di Kabupaten Cirebon, pemerintah daerah setempat memberikan relaksasi ekonomi dan mengizinkan mal, swalayan dan minimarket beroperasi normal dengan memperhatikan protokol kesehatan

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON-–Jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon tembus 100 orang pada Selasa (11/8). Masyarakat pun diminta untuk tidak abai dalam menerapkan protokol kesehatan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Kabag Humas Pemkab Cirebon, Nanan Abdul Manan, menjelaskan, ada penambahan satu kasus positif Covid-19 pada Selasa (11/8) sehingga membuat total kasus positif menjadi 100 orang. Pasien itu kini dirawat di Rumah Sakit Ciremai Kota Cirebon. "Kasus ke-100 merupakan seorang laki-laki berusia 54 tahun asal Kecamatan Tengah Tani," kata Nanan, Selasa (11/8).

Nanan menjelaskan, dari total 100 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon, 54 orang masih dalam perawatan rumah sakit ataupun isolasi mandiri, 41 orang selesai isolasi dan lima orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengungkapkan, risiko peningkatan kasus selama fase AKB yang berlaku sejak 27 Juni 2020 memang telah diperhitungkan pihaknya.

Enny mengungkapkan, sejak memasuki fase AKB, ada pemahaman bahwa AKB seolah-oleh sudah bebas dan longgar. Dia berharap, masyarakat dapat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Dengan pemahaman bahwa AKB seolah-oleh bebas dan longgar, sebagian masyarakat menjadi abai untuk patuh pada protokol kesehatan," kata Enny.

Pihaknya tetap berkomitmen untuk terus melakukan pengendalian Covid-19 secara komprehensif. Hal itu mulai dari upaya penemuan sampai dengan pelayanan dan pemantauan di masyarakat. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement