Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

China Bantah Ingin Intervensi Pilpres AS

Selasa 11 Aug 2020 19:25 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Bendera China-Amerika

Bendera China-Amerika

Foto: washingtonote
China menolak tudingan ingin menjegal Donald Trump dalam pemilihan presiden AS

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah China membantah memiliki misi mengintervensi pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan digelar pada November mendatang. Beijing pun menolak tudingan bahwa ia ingin menjegal agar Donald Trump terpilih kembali sebagai presiden.

"Pemilihan umum AS adalah urusan internalnya dan China tidak pernah ikut campur di dalamnya serta tidak tertarik untuk melakukannya di masa mendatang. Pada saat yang sama, kami telah berulang kali mengatakan bahwa mereka yang berada di AS harus segera menghentikan trik menyeret Cina ke dalam politik domestiknya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Zhao Lijian pada Senin (10/8), dikutip laman resmi Kemlu China.

Menurut Zhao, selama ini AS yang kerap mencampuri urusan internal negaranya dan merusak kepentingannya. Hal itu pun direspons China dengan tindakan yang adil serta perlu. Dia menegaskan bahwa kebijakan China terhadap AS konsisten.

Baca Juga

"Kami berkomitmen mencapai kerja sama non-konflik, non-konfrontasi, saling menghormati, dan sama-sama menguntungkan dengan AS. Karena itu, kami akan dengan tegas menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan China. Kebijakan ini tidak berubah," ujar Zhao.

Pada 7 Agustus lalu, Direktur Pusat Kontraintelijen dan Keamanan Nasional AS William Evanina mengatakan bahwa Rusia, China, dan Iran berusaha untuk mengintervensi jalannya pilpres AS. Dia pun meyakini China tidak menghendaki Trump terpilih kembali sebagai presiden. Sebab, Beijing menganggap dia sebagai figur yang tak dapat diprediksi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA