Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Jenazah PDP Dicium Keluarga, Ini Penjelasan Wali Kota

Selasa 11 Aug 2020 18:48 WIB

Rep: Wilda Fizriyani / Red: Agus Yulianto

Wali Kota Malang Sutiaji

Wali Kota Malang Sutiaji

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Keluarga yang mencium jenazah dilaporkan berasal dari luar Kota Malang. 

REPUBLIKA.CO.ID,  MALANG -- Wali Kota Malang Sutiaji memberikan penjelasan terkait video viral jenazah Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang dicium oleh anggota keluarga. Dia memastikan, jenazah tersebut tetap dimakamkan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

"Itu tidak sempat dibawa pulang, dibawa ke rumah sakit Syaiful Anwar karena tim pemulasaran jenazah di RSSA (RS Saiful Anwar). Dan memang ada pro dan kontra di keluarga," kata Sutiaji kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (11/8).

Sutiaji mengaku, telah meminta Satgas Covid-19 melakukan pelacakan terhadap keluarga yang bersentuhan dengan jenazah PDP. Namun untuk keluarga yang mencium jenazah dilaporkan berasal dari luar Kota Malang. Oleh sebab itu, Sutiaji belum menerima laporan terkini terkait hal tersebut.

Hasil nonreaktif terhadap jenazah PDP menyebabkan keluarga ragu. Mereka menyimpulkan hasil tersebut berarti pasien tidak terpapar Covid-19. Namun berdasarkan laporan tim medis, pasien mengalami beberapa gejala yang mengarah ke Covid-19 sehingga ditentukan sebagai PDP dan harus dimakamkan sesuai protokol kesehatan.

"Jenazah dibawa ke RSSA (untuk pemulasaraan) terus di pulangkan, lalu di tengah jalan maunya dishalati di masjid. Kenapa? Karena beliau penyokong masjid tersebut, tapi jenazah tetap tidak diturunkan di dalam mobil. Jamaah tetap di sana dan menghadirkan tokoh di sana," ungkap Sutiaji.

Sebelumnya, sebuah video jenazah PDP di Kota Malang viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan salah seorang keluarga membuka paksa kantung jenazah PDP yang tengah didampingi petugas kesehatan. Kemudian pria yang memanggil kakak terhadap jenazah tersebut menangisi dan menciumi wajah yang bersangkutan. Setelah itu, pria tersebut bersama masyarakat lainnya membawa kantung jenazah pergi dari pengawasan tim kesehatan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA