Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Jokowi Minta Jabar Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa 11 Aug 2020 12:26 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Esthi Maharani

Presiden Joko Widodo  saat meninjau fasilitas produksi dan pengemasan Vaksin COVID-19 di PT Bio Farma (Persero) Bandung.

Presiden Joko Widodo saat meninjau fasilitas produksi dan pengemasan Vaksin COVID-19 di PT Bio Farma (Persero) Bandung.

Foto: Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Jokowi memuji Jabar yang bisa mengendalikan Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Presiden Joko Widodo meminta Jawa Barat tetap meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran Covid-19 selama vaksin virus tersebut belum dihasilkan. Presiden Joko Widodo mengingatkan saat ini sebanyak 215 negara di dunia terpapar pandemi, dimana ada 19,7 juta orang penduduk dunia yang terinfeksi Covid-19 dan 728.000 meninggal dunia.

“Di Indonesia, 127.000 positif. Alhamdulillah yang sembuh 82.000 orang. Yang meninggal 5.700,” ujar Jokowi dalam kunjungan ke posko penanganan Covid-19 Jawa Barat di Makodam III Siliwangi, Bandung, Selasa (11/8).

Berdasarkan paparan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dari 27 kabupaten/kota yang ada rata-rata kini berada pada level warna kuning dan hijau. Oleh karena itu, Jokowi meminta kondisi ini dipertahankan dan terus dikendalikan.

“Syukur yang kuning bisa dilarikan ke hijau. Ancaman masih ada sampai vaksin nanti bisa divaksiknasi ke seluruh rakyat di Tanah Air,” katanya.

Jokowi pun, menekankan dua hal penting terkait pengendalian yakni strategi intervensi berbasis lokal. Ia, memuji Jawa Barat yang sudah melakukan upaya strategi tersebut.

“Ini sudah dikerjakan Jawa Barat, ini akan diteruskan di wilayah paling kecil, PSBB tingkat desa dan kampung. Skup kecil ini memudahkan kita dalam menyelesaikan masalah yang ada di lapangan, sehingga satu sisi tidak menganggu wilayah yang besar dari sisi ekonomi tidak terganggu banyak,” paparnya.

Kedua, Jokowi mengingatkan soal manajemen krisis. Pihaknya meminta Pangdam III Siliwangi dan seluruh jajaran Polda Jawa Barat mem-back up kedisplinan protokol kesehatan, utamanya penggunaan masker.

“Ini utama urusan masker. Di samping menjaga jarak, cuci tangan dan  tidak berada di kerumunan dalam jumlah banyak. Tapi masker adalah kunci. Kata Pak Gubernur, pilih lockdown atau masker, kita pilih masker,” katanya.

Menurutnya dari hasil survei di satu provinsi di Jawa 70 persen warganya belum memakai masker. “Itu satu provinsi di Jawa. Itu angka besar sekali. Dalam dua minggu ini dibantu TNI Polri, tugas daerah masker ini kita kerjakan secara massif. Tolong permintaan masker ini. Urusan berkaitan dengan masker bisa kita selesaikan. Karena ini bisa menyelesaikan banyak hal terkait dengan Covid,” katanya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil sendiri melaporkan jika intervensi skala mikro sudah dilakukan lewat pembatasan sosial berskala mikro untuk wilayah kampung di perkotaan, lalu ada gerakan budaya jaga lembur untuk di pedesaan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA