Selasa 11 Aug 2020 12:25 WIB

Sinergi Kementan dan Perbankan, Jaga Ketahanan Pangan Babel

Musim kemarau di masa kebiasaan baru, ketersediaan pangan menjadi fokus pemerintah

Upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional menghadapi tantangan yang serius. Untuk menghadapi ancaman krisis pangan dunia akibat pandemi Covid-19, dibutuhkan kerjasama yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan. Kerjasama ini diwujudkan antara lain melalui kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan fokus pada pembentukan lumbung pangan.
Foto: istimewa
Upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional menghadapi tantangan yang serius. Untuk menghadapi ancaman krisis pangan dunia akibat pandemi Covid-19, dibutuhkan kerjasama yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan. Kerjasama ini diwujudkan antara lain melalui kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan fokus pada pembentukan lumbung pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional menghadapi tantangan yang serius. Untuk menghadapi ancaman krisis pangan dunia akibat pandemi Covid-19, dibutuhkan kerjasama yang kuat antara berbagai pemangku kepentingan. Kerjasama ini diwujudkan antara lain melalui kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan fokus pada pembentukan lumbung pangan. 

Memasuki musim kemarau di era adaptasi kebiasaan baru, ketersediaan pangan menjadi fokus pemerintah. Karena itu, sektor pertanian harus terus dikelola dengan baik sehingga produktivitasnya kian meningkat. 

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo selalu terjun ke lapangan, memastikan kesiapan daerah di seluruh nusantara dalam mengelola dan menjaga ketahanan pangan tersebut. Kali ini, kunjungan kerja (kunker) Menteri Pertanian dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tujuan dari kunker tersebut ialah untuk memastikan bahwa pertanian sebagai sektor unggulan dapat menjaga dan meningkatkan produksinya, walau di tengah pandemi Covid-19. 

Sebagai mitra pendukung dalam program pertanian nasional, BNI mendukung rangkaian kegiatan pengelolaan ketahanan pangan yang diselenggarakan Kementan di Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka melalui pembiayaan pada ekosistem pertaniannya. Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian diberikan secara massif. BNI juga melakukan pendampingan, pelatihan, dan pengembangan sektor pertanian secara komprehensif.

Wujud nyata dukungan BNI di sektor pertanian ialah melalui pengelolaan kewirausahaan pertanian, kegiatan menyongsong pertanian 4.0 (smartfarming), serta serap Gabah dan aktivitas lainnya. Rangkaian program tersebut menjadi komitmen BNI dalam mendukung pemerintah terkait ‘Ketahanan Pangan Nasional’ yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Dukungan BNI terhadap program Ketahanan Pangan Nasional tersebut salah satunya diwujudkan secara simbolis melalui penyerahan KUR Tani BNI oleh Menteri Pertanian kepada petani di Bangka Belitung, akhir pekan lalu sebagai perwujudan program #BUMNbangkitkan UMKM. Acara tersebut dihadiri oleh unsur offtaker, penggiat pertanian, Muspida setempat, dan pemangku kepentingan yang berkecimpung dan berkontribusi pada sektor pertanian. Kegiatan ini menitikberatkan pada pengembangan sektor pertanian khususnya pemanfaatan lahan dan peningkatan hasil. 

Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, pemerintah menaruh harapan besar pada sektor pertanian sebagai sektor yang masih dapat tumbuh melewati Pandemi Covid-19. Menteri Pertanian juga optimis bahwa sektor pertanian juga mampu berkontribusi pada aktivitas ekspor.

Hal itu dapat dilakukan dengan dukungan semua pihak termasuk sektor perbankan dalam menyalurkan KUR ke sektor pertanian. Dengan bunga yang murah, syaratnya mudah, dan cara pembayarannya melalui skema sederhana, KUR dapat memberi manfaat bagi petani khususnya untuk meningkatkan produktifitas pertanian. Harapannya dari skala ekonomi, petani dapat merasakan pendapat yang lebih besar. “Pemerintah mendorong agar penyaluran KUR dapat dimaksimalkan agar petani-petani di penjuru tanah air dapat sejahtera dari usaha tani yang dijalankan,” katanya.

Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengungkapkan, pada masa pandemi, ketika hampir semua sektor terdampak, sektor pertanian muncul sebagai pemenang dan tetap membukukan pertumbuhan positif termasuk komoditas ekspornya. "Karena itu, BNI kian aktif berkontribusi di sektor pertanian sesuai peran dan tanggung jawab yang ada,” ujarnya.

Peran BNI tersebut terlihat dari angka ekspansi KUR di sektor pertanian yang terus meningkat, termasuk di saat pandemi. Khusus untuk Provinsi Bangka Belitung, KUR sektor pertanian telah tersalurkan sebanyak Rp 20,9 miliar kepada 168 debitur. Sedangkan secara nasional dari Januari hingga 31 Juli 2020, KUR sektor pertanian BNI telah tersalurkan sebanyak Rp 2,73 triliun kepada 86.992 debitur.

Herry juga menyampaikan bahwa “BNI mendukung pertumbuhan sektor pertanian, salah satunya dengan percepatan penyaluran KUR sektor pertanian,” katanya. 

Selain menggunakan klaster-klaster pada semua komoditas sektor pertanian, optimalisasi Agen 46 untuk menyalurkan pupuk, menggandeng startup untuk smartfarming, BNI juga terus berinovasi melalui pembiayaan digital, antara lain melalui aplikasi BNI Move Agriculture.

“BNI MOVE Agriculture hadir untuk menjawab kebutuhan dan permintaan pasar, khususnya petani (UMKM) yang selaras dengan program DigiKU dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang digaungkan pemerintah,” kata Herry.

BNI MOVE Agriculture dihadirkan sebagai solusi pembiayaan sektor pertanian dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari program pemulihan ekonomi yang mampu menggerakkan simpul-simpul pertumbuhan ekonomi negara.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement