Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Friday, 20 Zulhijjah 1442 / 30 July 2021

Gus Yaqut: Teror Molotov ke Kantor Partai Ancam Demokrasi

Sabtu 08 Aug 2020 21:15 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Karta Raharja Ucu

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

Foto: Republika/Prayogi
Gus Yaqut menyebut teror dalam bentuk atau atas nama apa pun tidak dibenarkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengecam aksi teror yang terjadi baru-baru ini terjadi di Cianjur, Jawa Barat, sebagaimana dialami kantor salah satu partai. Menurut dia, teror dalam bentuk atau atas nama apa pun tidak dibenarkan.

Yaqut mebgatakan, teror itu merupakan aksi kejahatan dan menyebabkan keresahan serta ketakutan di masyarakat. Untuk itu, ia mendesak aparat keamanan untuk segera dapat mengusut aksi teror ini dan menangkap pelakunya.

"Aksi teror semacam ini tidak bisa ditoleransi,” kata pria yang kerap di sapa Gus Yaqut dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Ahad (8/8).

Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap segala bentuk aksi teror maupun kekerasan yang dilakukan pihak tak bertanggung jawab. Namun, ia juga meminta agar tidak perlu takut.

Teror ini, kata Yaqut merupakan ancaman bagi demokrasi. Tujuan lainnya, membuat masyarakat resah dan takut, terutama para kader partai.

"Saya juga menginstruksikan Banser untuk bersama aparat ikut menjaga kondusivitas daerah masing-masing dari aksi setiap aksi yang merongrong NKRI,” katanya.

Menurut dia, demokrasi yang telah berjalan dengan sangat baik yang dilandasi nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan semangat keberagaman yang terjalin dalam NKRI, ternyata membuat gerah sekelompok kecil pihak.

Sebab itu, Gus Yaqut menduga, teror bom molotov merupakan skenario jahat kelompok tertentu yang tidak suka demokrasi berjalan baik di negeri ini, serta membuat tertib sosial menjadi kacau di tengah suasana pandemi yang melanda Indonesia.

“Apalagi ini dilakukan menjelang bangsa Indonesia menyambut Hari Kemerdekaan. Ini jelas sudah direncanakan. Sekali lagi saya meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Saya percaya aparat kepolisian dapat menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik teror ini,” ujarnya menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA