Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Dampak Ledakan Beirut Jika Dilihat dari Satelit

Sabtu 08 Aug 2020 13:08 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Dwi Murdaningsih

Dampak ledakan Beirut jika dilihat dari Satelit.

Dampak ledakan Beirut jika dilihat dari Satelit.

Foto: nasa
Data radar digunakan untuk menampilkan betapa parahnya dampak ledakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menggunakan teknologi data radar satelit untuk memetakan dampak ledakan yang terjadi di Ibu Kota Libanon, Beirut pada 4 Agustus lalu. Pemetaan ini hasil kerjasama lembaga Pemantau Bumi di Singapura dan tim analisa gambar NASA (ARIA).

Data radar yang diperoleh dari angkasa mampu menunjukkan perubahan permukaan dari sebelum dan setelah kejadian besar. Pada kasus ini, data radar digunakan untuk menampilkan betapa parahnya dampak ledakan.

Pada peta ledakan itu, piksel berwarna merah hitam menampilkan wilayah yang paling parah terdampak. Kehancuran terparah ini dapat terlihat di kawasan sekitar pelabuhan Beirut. Kemudian ada piksel berwarna orange menunjukkan dampak kerusakan sedang dan warna kuning menampilkan kerusakan paling sedikit.

Setiap piksel berwarna dalam peta merepresentasikan areal seluas 30 meter. Peta semacam ini dianggap bisa membantu identifikasi area terdampak dimana masih ada korban yang butuh pertolongan.

Hingga saat ini, ledakan diklaim terjadi di bagian gudang pelabuhan tempat menyimpan natrium sitrat. Total sudah tercatat 150 nyawa melayang dan kerugian miliaran dollar akibat peristiwa itu.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA