Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Program Pangan Dunia akan Impor Gandum untuk Beirut

Jumat 07 Aug 2020 19:41 WIB

Red: Gita Amanda

 Sebuah helikopter militer menumpahkan air di lokasi ledakan besar Selasa yang menghantam pelabuhan Beirut, Lebanon, Rabu, 5 Agustus 2020.

Sebuah helikopter militer menumpahkan air di lokasi ledakan besar Selasa yang menghantam pelabuhan Beirut, Lebanon, Rabu, 5 Agustus 2020.

Foto: AP/Hussein Malla
Persediaan tepung yang tersisa cukup memenuhi kebutuhan pasar satu setengah bulan

REPUBLIKA.CO.ID, ZURICH -- Program Pangan Dunia (WFP) berencana untuk mengimpor tepung dan biji-bijian gandum untuk toko dan pabrik roti di Beirut. Ini dilakukan guna membantu mencegah kekurangan makanan di seluruh Lebanon setelah ledakan menghancurkan pelabuhan utamanya.

"WFP prihatin bahwa ledakan dan kerusakan pelabuhan akan memperburuk situasi keamanan pangan yang suram dan telah semakin buruk di Lebanon karena krisis keuangan yang mendalam dan pandemi Covid-19," kata seorang juru bicara WFP dalam catatan yang disiapkan untuk kegiatan pengarahan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa, dilansir Reuters, Jumat (7/8).

Juru bicara WFP itu mengatakan organisasi cabang PBB tersebut akan menyediakan paket makanan bagi ribuan keluarga di Beirut. "WFP juga siap memberikan pengelolaan rantai pasokan dan dukungan logistik serta keahlian untuk Lebanon," katanya.

Dalam pernyataan kepada surat kabar lokal, ketua serikat importir gandum di Lebanon, Ahmed Hattit, menyebut ketika terjadi ledakan, silo di Beirut menampung tidak lebih dari 15 ribu ton gandum karena sejumlah pengelola penggilingan telah membongkar langsung gandum impor yang datang.

Hattit menambahkan bahwa persediaan tepung yang tersisa saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar selama satu setengah bulan, dan ada empat kapal kargo yang mengangkut total 28.000 ton gandum yang sedang berada dalam perjalanan.

Silo di pelabuhan Beirut mampu menampung hingga 120 ribu ton padi-padian, menurut keterangan Ahmad Tamer, direktur pelabuhan Tripoli, kota terbesar kedua di Lebanon.

Pelabuhan Tripoli sendiri, yang merupakan pelabuhan terbesar kedua di negara itu, tidak dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan padi-padian, namun jika masuk ke sana, gandum bisa ditransfer ke gudang terdekat yang berjarak sekitar dua kilometer.

Saat ini, Lebanon tengah mengupayakan untuk segera mengalihkan empat kapal yang membawa 25 ribu ton tepung ke pelabuhan Tripoli.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA