Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Gatot: Kasihan Haruna

Jumat 07 Aug 2020 16:48 WIB

Rep: Fitrianto/ Red: Israr Itah

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto saat menemui wartawan di Media Center Kemenpora, Jakarta, Jumat (22/11).

Sesmenpora Gatot S Dewa Broto saat menemui wartawan di Media Center Kemenpora, Jakarta, Jumat (22/11).

Foto: republika/Afrizal Rosikhul Ilmi
Setiap cabor yang menerima bantuan pemerintah harus siap menerima kritik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto dikenal kritis untuk sesuatu yang dinilainya kurang baik. Dia kerap menyuarakan kritikannya secara keras dalam lingkup kerjanya sebagai pembantu Menpora.

Baru-baru ini, alumni Fisipol Universitas Gajah Mada ini melontarkan pernyataan mengenai kurang terbukanya PSSI terhadap penundaan latihan timnas Indonesia. PSSI kurang tidak transparan mengenai hasil tes cepat dan tes swab timnas. Apalagi beredar kabar bahwa ada anggota timnas yang reaktif.

Kritikan Gatot ini ternyata membuat anggota Exco PSSI Haruna Soemitro tidak nyaman. Sehingga Direktur Madura United ini mengeluarkan pernyataan bahwa Sesmenpora kerap Nyinyir dengan PSSI. Haruna, dalam keterangannya kepada sejumlah media, menganggap Gatot tidak senang dengan hubungan baik yang terjalin saat ini antara PSSI dan Kemenpora.

Mengomentari pernyataan Haruna, ketika Dihubungi Republika.co.id, Jumat (7/8) Gatot menjawab singkat, "Santai saja, kasihan Haruna." 

Gatot kemudian menambahkan melalui sambungan telepon bahwa setiap kritikan yang dilakukan baik kepada PSSI ataupun cabang olahraga lainnya, itu semua sudah dikomunikasikan dengan Menpora Zainudin Amali selaku atasannya di Kemenpora.

"Setiap pernyataan yang saya keluarkan sudah sepengetahuan Menpora. Sebelumya saat perbedaan PSSI dan FIFA mengenai stadion tuan rumah piala Dunia U-20 tahun 2021 saya juga sudah berkomunikasi dengan Menpora," kata dia.

Gatot menambahkan, setiap cabang olahraga yang mendapat bantuan dari pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, harus siap menerima kritikan. "Konsekuensi dapat bantuan dari Kemenpora ya cabor harus mau dikritisi," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA