Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Saturday, 2 Zulqaidah 1442 / 12 June 2021

Program Bansos Bagi Pekerja Dinilai Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Jumat 07 Aug 2020 14:57 WIB

Red: Muhammad Hafil

 Program Bansos Bagi Pekerja Dinilai Jaga Pertumbuhan Ekonomi. Foto: Seorang petugas teller menghitung mata uang rupiah.    (ilustrasi)

Program Bansos Bagi Pekerja Dinilai Jaga Pertumbuhan Ekonomi. Foto: Seorang petugas teller menghitung mata uang rupiah. (ilustrasi)

Foto: Republika/ Yogi Ardhi
Pertumbuhan ekonomi dinilai bisa dijaga dengan program Bansos untuk pekerja.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pengamat Ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Retno Tanding memberi tanggapannya terkait wacana pemberian bantuan untuk pekerja yang menerima gaji di bawah Rp 5 juta. Dia menilai program itu bisa menjaga pertumbuhan ekonomi.

Menurut Retno, ketika anggaran pemerintah dalam bentuk program kerja itu bisa dilaksanakan maka akan terjadi trickle-down effect. Trickle-down effect merupakan teori ekonomi yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berfokus pada pemilik uang yang akhirnya akan merembes ke lapisan masyarakat termiskin dan bermanfaat bagi semuanya.

Baca Juga

Dengan kata lain kegiatan ekonomi yang lebih besar diharapkan dapat memberikan efek terhadap kegiatan ekonomi di bawahnya yang memiliki lingkup lebih kecil. Hal ini diharapkan bisa mendorong dan memberikan insentif pada kegiatan ekonomi agar terus berjalan.

"Pasar di tingkat bawah akan bergerak karena daya beli masyarakat terjaga atau tumbuh. Rp 600 ribu ini bisa sebagai insentif maupun sebagai stimulus untuk kembali menggerakkan ekonomi, sehingga orang bisa punya uang untuk dibelanjakan," ucap Retno, Jumat  (7/8).

Belanja masyarakat menjadi sangat penting karena akan memutar roda ekonomi di tingkat bawah. Menurut Retno, wacana pemberian bantuan Rp 600 ribu kepada karyawan yang bergaji di bawah Rp 5 juta juga bertujuan untuk mempercepat penyerapan anggaran dana sosial.

"Benefit-nya salah satunya untuk penyerapan dana sosial untuk membantu karyawan yang terdampak Covid-19," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Retno bantuan tersebut juga menjadi salah satu stimulus ekonomi. Sehingga karyawan yang memperoleh bantuan tersebut bisa membelanjakan uang itu.

Ekonomi Indonesia terus diperjuangkan untuk tumbuh kembali. Pemerintah menepis asumsi negatif sebagian orang yang menyebut perekonomian makin parah.

Banyak program digelar, termasuk untuk menyiasati ancaman kontraksi ekonomi kuartal III seperti yang dikhawatirkan beberapa pihak. Intinya, lanjut Retno, pada  masa pandemi Covid-19, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Berbagai stimulus ekonomi terus disampaikan.

Apabila semua program bantuan pemerintah bisa berjalan maksimal maka pertumbuhan ekonomi nasional akan kembali positif.  "Penyerapan anggaran yang bagus itu imbasnya pada ekonomi juga," kata Retno.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah berencana memberikan bantuan Rp 600 ribu pada pekerja yang bergaji di bawah Rp 5 juta. Ini adalah salah satu program untuk mempercepat penyerapan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian  Airlangga Hartarto memastikan adanya pemberian stimulus baru berupa penyaluran bantuan sosial kepada pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta untuk memperkuat daya beli. 

"Dukungan untuk mereka yang bekerja sedang dimatangkan datanya, sedang disiapkan baik dari BPJS Ketenagakerjaan. Kalau data sudah by name, by address, sesuai rekening sudah ketemu baru program ini difinalisasi," kata Airlangga di Jakarta, Kamis (6/8).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA