Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Monday, 20 Safar 1443 / 27 September 2021

Tren Apik Inter Diganggu Rumor Conte

Kamis 06 Aug 2020 01:03 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Didi Purwadi

Pelatih Inter Milan Antonio Conte.

Pelatih Inter Milan Antonio Conte.

Foto: EPA-EFE/VASSIL DONEV
Inter Milan menorehkan rekor tidak terkalahkan dalam delapan laga terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Inter Milan memiliki catatan ciamik jelang menjamu tamunya asal Spanyol, Getafe, di babak 16 besar Liga Europa pada Kamis (6/8) malam dini hari WIB ini. Namun, tren apik Inter Milan tersebut bisa terganggu oleh rumor yang kini sedang menerpa sang pelatih Antonio Conte.

Dari segi performa, La Beneamata tengah berada dalam tren apik. Inter Milan menorehkan rekor tidak terkalahkan dalam delapan laga terakhir. Termasuk kemenangan 2-0 atas Atalanta pada giornata pamungkas Serie A, akhir pekan lalu, yang menjadi kemenangan beruntun di tiga laga terakhir Inter.

Inter Milan pun berhasil menyelesaikan musim dengan menempati posisi kedua klasemen Liga Italia. Posisinya hanya terpaut satu poin dari Juventus yang keluar sebagai juara dengan torehan 83 poin. 

Tidak hanya itu, La Beneamata juga mampu tampil solid dengan mencatatkan clean sheets di empat laga terakhir. Kiper sekaligus kapten Inter Milan, Samir Handanovic, merasa percaya diri karena mengantongi catatan tidak kebobolan selama empat pertandingan Serie A tersebut. 

Kiper asal Slovenia itu sudah mencatat 14 clean sheets di pentas Serie A musim ini. Namun di level Eropa, ia hanya membukukan satu clean sheet

"Kemampuan kami terus tumbuh. Kami bekerja dengan baik untuk aspek mental dan fisik. Itu yang kami pedulikan untuk menjaga clean sheet, bukan hanya untuk kiper tapi juga seluruh pemain belakang," ucap Handanovic, seperti dilansir Football Italia, Rabu (5/8).

Namun, persiapan Inter Milan menghadapi Los Azulones malam ini sedikit terganggu dengan isu di luar lapangan. Kabar keretakan hubungan antara pelatih Antonio Conte dan petinggi klub mencuat pasca Nerazzurri memainkan laga pamungkas di pentas Serie A musim ini. 

Eks pelatih timnas Italia itu merasa tidak mendapatkan dukungan dari jajaran petinggi klub. Bahkan, Conte disebut-sebut sempat menghubungi manajemen Juventus soal kelanjutan masa depan Maurizio Sarri di kursi pelatih Bianconeri.

Rumor tersebut tentu dikhawatirkan mengganggu fokus para penggawa Nerazzurri di laga kontra wakil Spanyol malam ini. Inter sebelumnya terpaksa terlempar ke Liga Europa karena hanya berada di peringkat ketiga Grup F Liga Champions di bawah Barcelona dan Borussia Dortmund. 

Sebelumnya, akibat dampak pandemi Covid-19, UEFA membuat keputusan terkait pertandingan Inter Milan versus Getafe dan Sevilla kontra AS Roma yang belum memainkan leg pertama dan kedua babak 16 besar Liga Europa. Kedua pertandingan tersebut diputuskan menggunakan sistem satu kali pertemuan guna menentukan siapa yang lolos ke perempat final.

UEFA pun menunjuk markas Schalke 04, Stadion Veltins Arena, sebagai lokasi perhelatan laga Inter Milan kontra Getafe. Dengan sistem pertandingan ini, Inter Milan dan Getafe sudah pasti akan tampil habis-habisan untuk mendapatkan tiket babak delapan besar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA