Kamis 06 Aug 2020 04:10 WIB

Anak-Anak Tertular Covid-19 dari Orang Dewasa di Rumah

Orang tua diserukan memerhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda
Covid-19 (ilustrasi). Anak-anak banyak yang tertular Covid-19 dari orang dewasa yang tinggal serumah.
Foto: www.freepik.com
Covid-19 (ilustrasi). Anak-anak banyak yang tertular Covid-19 dari orang dewasa yang tinggal serumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Yogi Prawira SpA mengatakan, ada 8.000-an anak terkonfirmasi positif Covid-19 pada pekan lalu. Setelah ditelusuri, berdasarkan indeks kasus, anak-anak itu tertular dari orang dewasa yang tinggal serumah.

"Anak aman di rumah, tapi kan orang dewasanya keluar dan terpapar, dan tak sadar lalu menularkan ke anak,” kata Yogi dalam diskusi virtual yang dihelat Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara yang disimak di Jakarta, Rabu (5/8).

Baca Juga

Mengingat transmisi lokal belum tertangani dengan baik, Yogi pun meminta orang dewasa memerhatikan tiga protokol kesehatan, yakni pakai masker, sering cuci tangan, dan jaga jarak minimal 1,8 meter. Langkah melindungi diri dari paparan virus corona tipe baru, SARS-CoV-2, penyebab Covid-19 juga melindungi anak-anak di rumah.

"Itu yang harus dikerjakan orang dewasa di luar rumah," ujar dia.

Yogi menyatakan, tugas Satgas Covid-19 IDAI ialah mengupayakan agar jangan sampai anak di Indonesia banyak yang terpapar virus corona. Angka di dunia, rata-rata persentase pasien Covid-19 usia anak-anak kurang dari 5 persen dari jumlah kasus terkonfirmasi. Namun, di Indonesia, angkanya mencapai 8,3 persen.

"Proporsinya cukup tinggi. Padahal, anak terlindungi, artinya tak di luar rumah," kata Yogi.

Berdasarkan data di Amerika Serikat (AS), angka sudah bergeser mencapai 10 persen kasus pasien anak pada pekan lalu. Menurut dia, proporsi itu bisa semakin bergeser jika anak berada di situasi dan kondisi yang memungkinkan terpapar.

"Makanya, sebaiknya langkah PJJ (pembelajaran jarak jauh) dilanjutkan dulu sampai transmisi lokal terkendali," ujar Yogi.

Satgas IDAI juga bertugas menyadarkan dokter anak agar lebih berhati-hati berhadapan dengan pasiennya. Secara proporsi, anak yang sakit berat itu kecil sekali daripada orang dewasa.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan persentase anak di Indonesia itu terpapar virus corona itu tertinggi di Asia Pasifik, yakni 1,7 persen hingga dua persen dari total yang meninggal. Sementara di negara lain, persentasenya kurang dari satu persen.

Pada orang dewasa berumur di atas 45 tahun, dari 100 orang yang terkena, sebanyak lima hingga enam orang meninggal dunia. Artinya, dokter anak harus paham dengan risiko yang dihadapi di lapangan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement