Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Selain Lebanon, 5 Negara Pernah Diguncang Ledakan Amonium

Rabu 05 Aug 2020 15:13 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Asap mengepul dari lokasi ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat.

Asap mengepul dari lokasi ledakan di pelabuhan Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat.

Foto: WAEL HAMZEH/EPA
Amonium nitrat dapat meledak jika terkena api

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Menurut laporan awal menyatakan amonium nitrat seberat 2.750 ton meledak di pelabuhan Beirut pada Selasa (4/8). Peristiwa ledakan dengan senyawa itu bukan kali pertama terjadi, beberapa negara pernah mengalami peristiwa serupa.

Zat kimia yang juga dikenal sebagai NH4-NO3 adalah senyawa yang sangat eksplosif dan digunakan dalam pupuk pertanian dan dinamit. Sebuah ledakan terjadi ketika amonium nitrat bersentuhan dengan api terbuka atau goncangan transisi menuju peledakan. Jika bahan kimia disimpan dalam jumlah besar, ledakan dapat menyebabkan bencana besar dengan banyak korban.

Kondisi itu yang terjadi di Lebanon. Perdana Menteri, Hassan Diab, menyatakan amonium nitrat telah tersimpan di gudang selama enam tahun sebelum meledak. Tanpa tindakan pencegahan dalam penyimpanan tersebut membuat senyawa tersebut meledak dan menjatuhkan banyak korban jiwa dan luka-luka.

Baca Juga

Peristiwa itu pun pernah terjadi di beberapa negara. Dikutip dari sputniknews, berikut ini lima ledakan amonium nitra yang pernah terjadi.

Ledakan di Gudang di Tianjin, China

Dua ledakan besar terjadi di gudang-gudang industri di kota pelabuhan Tianjin, diikuti oleh kebakaran pada 12 Agustus 2015. Peristiwa itu menyebabkan 110 personel darurat dan 55 warga serta karyawan tewas, lebih dari 790 orang terluka, dan delapan mayat belum ditemukan.

Menurut pihak berwenang, ledakan itu dipicu oleh barang-barang mudah terbakar yang disimpan di samping bahan kimia berbahaya, termasuk amonium nitrat dan natrium sianida. Kecelakaan itu mengakibatkan puluhan ribu orang mengungsi, menyebabkan kerusakan yang diperkirakan bernilai 1,5 miliar dolar AS. Pelepasan bahan kimia beracun ke udara menyebabkan diberantasnya kehidupan laut di dekat lokasi ledakan.

Bencana Ryongchon di Korea Utara

Mobil-mobil yang mengangkut pupuk nitrogen, yaitu amonium nitrat, serta tanker kereta api berisi bahan bakar cair meledak di stasiun kereta api Ryongchon Korea Utara pada akhir April 2004. Sedikitnya 162 orang tewas dan lebih dari 3.000 lainnya luka-luka. 

Gelombang ledakan merusak bangunan di dekatnya, meninggalkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Media berspekulasi bahwa ledakan Ryongchon adalah rencana pembunuhan yang menargetkan pemimpin negara saat itu, Kim Jong-il, yang keretanya seharusnya melewati stasiun pada hari itu.

Bencana Kota Texas, AS

Kecelakaan industri paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat terjadi di Galveston Bay di Port of Texas City pada 16 April 1947. Peristiwa itu terjadi setelah seseorang melemparkan rokok ke kapal SS Grandcamp yang mengangkut sekitar 2.300 ton amonium nitrat.

Ledakan di Grandcamp memicu reaksi berantai pada kapal-kapal lain yang berlabuh di pelabuhan dan di kilang minyak di dekatnya. Peristiwa itu mengakibatkan setidaknya 581 orang tewas dan sekitar 3.500 lainnya terluka. Ledakan itu juga memberikan efek pada dua pesawat yang melintas.

Ledakan Oppau di Jerman

Pada 21 September 1921, sebuah menara silo yang menyimpan sekitar 450 ton pupuk amonium sulfat dan amonium nitrat meledak di pabrik BASF di Oppau. Sekitar 500 hingga 600 orang meninggal dan melukai sekitar 2.000 lainnya.

Ledakan itu terasa bermil-mil jauhnya, mencapai Frankfurt dan meninggalkan kawah di lokasi ledakan. Sebelum ledakan, pabrik telah berhasil menggunakan campuran 50:50 amonium sulfat dan amonium nitrat lebih dari 20.000 kali, tetapi pada hari ledakan, proporsi yang diperlukan tampaknya terdistorsi.

Ledakan Great Kent, Inggris

Sebuah ledakan besar terjadi di sebuah pabrik di dekat Faversham, Inggris, setelah sebuah toko di dekatnya, dengan 25 ton TNT dan 700 ton amonium nitrat, terbakar dan meledak pada 2 April 1916. Ledakan itu menewaskan 115 orang, sementara 7 mayat tidak pernah ditemukan. Ledakan itu terasa di Norwich, sekitar 244 kilometer dari Faversham. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA