Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Satgas: 225 Kabupaten/Kota tak Miliki Kasus Kematian Covid

Rabu 05 Aug 2020 13:03 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas pemakaman penanganan jenazah pasien Covid-19 menurunkan peti jenazah dari dalam mobil jenazah di TPU Pondok Ranggon, Jakarta. Hingga Selasa (4/8), total angka kematian akibat Covid-19 5.388 orang.

Petugas pemakaman penanganan jenazah pasien Covid-19 menurunkan peti jenazah dari dalam mobil jenazah di TPU Pondok Ranggon, Jakarta. Hingga Selasa (4/8), total angka kematian akibat Covid-19 5.388 orang.

Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Hingga Selasa (4/8), total angka kematian akibat Covid-19 5.388 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebutkan, terdapat 225 kabupaten/kota tidak memiliki kasus kematian akibat Covid-19 sampai saat ini. Hingga Selasa (4/8), total angka kematian akibat Covid-19 5.388 orang.

"Sebanyak 225 kabupaten/kota atau 43,77 persen yang ada di Indonesia dari total 514 ini tidak ada angka kematian karena Covid-19," kata anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta pada Rabu (5/8).



Perinciannya, 35 kabupaten/kota tidak memiliki kasus Covid-19. Sementara, 190 kabupaten/kota memiliki pasien positif Covid-19, tapi tidak terdapat kematian yang disebabkan penyakit yang disebabkan virus corona baru itu.

Sementara itu, terdapat 64 kabupaten/kota yang mencatat kematian lebih dari sepuluh orang, 147 kabupaten/kota dengan angka kematian 2-10 orang dan 78 kabupaten/kota dengan kematian satu orang. Satgas mencatat sepuluh kabupaten/kota dengan akumulasi kematian terbanyak adalah Surabaya dengan 790 kematian, Semarang 328 kematian, Makassar 22 kematian, Jakarta Pusat 207 kematian, Jakarta Timur 177 kematian, Jakarta Barat 162 kematian, Jakarta Selatan 156 kematian, Kabupaten Sidoarjo 140 kematian, Jakarta Utara 127 kematian, dan Banjarmasin 125 kematian.

"Catatannya apa, ini adalah alert bagi kita semua, pemerintah pusat dan daerah, untuk melihat daerah-daerah mana yang perlu ada penanganan dan pengendalian dari kasus Covid-19 dengan lebih bagus lagi agar mengurangi angka kematian yang ada di sana," kata Dewi.

Dia mengingatkan, meski terdapat daerah yang tidak memiliki angka kematian bukan berarti kewaspadaan boleh ditinggalkan karena pandemi masih berlangsung sampai saat ini.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 merilis data bahwa fatalitas tertinggi terjadi pada pasien Covid-19 yang berumur lanjut usia (lansia). Selain itu, pasien Covid-19 yang berusia lebih muda yaitu 46 hingga 59 tahun juga rentan mengalami kematian.

Baca Juga

"Yang terinfeksi Covid-19 diatas 60 tahun memiliki fatalitas tertinggi karena dari data pasien Covid-19 di Indonesia yang kami himpun ternyata 16 persen pasien terinfeksi telah berusia diatas 60 tahun kemudian meninggal dunia. Jadi, usia ini paling berisiko," kata Dewi.

photo
Angka kematian Covid-19 per 100 ribu penduduk - (Infografis Republika.co.id)

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA