Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Arab Saudi dan Negara Teluk Sampaikan Dukungan pada Lebanon

Rabu 05 Aug 2020 07:17 WIB

Red: Ani Nursalikah

Arab Saudi dan Negara Teluk Sampaikan Dukungan pada Lebanon. Warga mengevakuasi korban dari lokasi ledakan di pelabuhan i Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat.

Arab Saudi dan Negara Teluk Sampaikan Dukungan pada Lebanon. Warga mengevakuasi korban dari lokasi ledakan di pelabuhan i Beirut, Lebanon, Selasa (4/8) waktu setempat.

Foto: AP/Hassan Ammar
Ledakan di Lebanon menewaskan puluhan orang.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi mengatakan sangata prihatin dampak ledakan yang terjadi di Lebanon setelah dua ledakan besar di pelabuhan Beirut, Selasa (4/8).

Dua ledakan itu menewaskan puluhan orang, dengan korban tewas diperkirakan akan meningkat, dan melukai ribuan lainnya. Ledakan itu terasa di seluruh kota dan merusak beberapa bangunan dan jalan.

Baca Juga

"Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan dukungan penuh dan solidaritas dengan saudara warga Lebanon dan melindungi Lebanon dari segala bahaya," demikian sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Saudi Press Agency, dilansir di Arab News, Rabu (6/8).

Kerajaan juga menyatakan belasungkawa dan simpatinya yang tulus kepada keluarga para korban dan mereka yang terluka dalam serangan itu, berharap pemulihan yang cepat. Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab meminta negara-negara sahabat mendukung Lebanon yang telah terhuyung-huyung dari krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade dan juga pandemi corona

Beberapa negara Teluk lainnya mengeluarkan pernyataan serupa. Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed melalui Twitter menyampaikan belasungkawa kepada para korban, mengatakan: "Kami berdoa agar Tuhan memberi Anda kesabaran dan hiburan. Tuhan memberkati Lebanon dan rakyat Lebanon. "

Sementara itu, Menteri Negara Urusan Luar Negeri UEA Anwar Gargash di Twitter mengatakan, "hati kami bersama Beirut dan rakyatnya." Dia juga mengunggah foto Burj Khalifa Dubai, bangunan tertinggi di dunia, diterangi dengan warna bendera Lebanon.

"Doa kami selama masa-masa sulit ini adalah agar Tuhan melindungi persaudaraan Lebanon dan Lebanon untuk mengurangi penderitaan mereka dan menyembuhkan luka-luka mereka," tulisnya.

Emir Sheikh Kuwait Sabah Al-Ahmed Al-Jaber Al-Sabah ememerintahkan untuk mengirim bantuan ke Lebanon untuk membantu pemulihan.

Bahrain mengatakan sangat tertekan oleh ledakan mengerikan. Mereka juga meminta mereka yang membutuhkan bantuan menghubungi kedutaan mereka. Penyebab ledakan belum diketahui.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA