Selasa 04 Aug 2020 22:58 WIB

Gubernur Khofifah Ajak UMKM Agresif Ajukan Kredit

Gubernur Khofifah menyebut BPD Jatim miliki dana cukup untuk disalurkan ke UMKM

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengecek mesin administrasi kependudukan
Foto: Rilis
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengecek mesin administrasi kependudukan

REPUBLIKA.CO.ID, MOJOKERTO -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak kepada pelaku usaha mikro, kecil maupun menengah (UMKM) agresif mengajukan kredit atau pinjaman guna mendorong pemulihan ekonomi di tengah pendemi COVID-19.

"Saat ini, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur maupun Bank UMKM Jawa Timur memiliki dana yang cukup dan siap untuk disalurkan bagi para pelaku usaha utamanya pelaku UMKM," katanya saat bertemu dengan gapoktan petani coklat di Wisata Desa Bumi Mulyo Jati Mojopahit Desa Randugenengan Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, Selasa (4/8).

Ia mengemukakan di Kabupaten Mojokerto ini terdapat 1.337 orang petani coklat yang tergabung dalam 22 gapoktan di 18 kecamatan. Mereka yang biasa mengirimkan produk panen coklat untuk kemudian diolah, dikemas, dan dijual dalam aneka jenis produk bernilai tinggi.

"Hari ini Bank UMKM maupun Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim memiliki dana yang siap dicairkan. Jadi saya titip pesan jika ada kelompok tani yang membutuhkan pinjaman saya minta disegerakan melakukan pengajuan," katanya.

Dirinya juga meminta siapa saja yang membutuhkan dana permodalan agar dibantu untuk mengakses dalam pengajuannya. "Saat ini bank milik Pemprov Jatim sedang gencar melakukan penyaluran pinjaman guna mendorong pertumbuhan ekonomi dari kalangan UMKM," ujarnya.

Ia menjelaskanpandemi menyebabkan kondisi bank yang sedang berupaya keras agar kredit tersalurkan.

"Dana pihak ketiga di BPD Jatim sekarang itu Rp 66 triliun yang tercairkan baru Rp 39 trilliun. Belum lagi sekarang ini Kemenkeu akan menambahkan dana stimulus Rp 2 trilliun. Saya sampaikan bahwa kalau bank terlalu likuid itu tidak bagus. Maka harus segera dicairkan," katanya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya mendorong supaya wisata desa Bumi Mulyo Jati Mojopahit ini bisa terus dimaksimalkan pengembangan wisata edukasinya.

"Terutama juga optimalisasi petik olah kemas jual dari produk coklat yang tentunya meningkatkan nilai jual dari coklat yang dihasilkan dari gapoktan di Mojokerto," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Mulyono Ketua Poktan Mulyojati sekaligus Ketua Asosiasi Kakao Jawa Timur, menjelaskan jika timnya telah banyak mendapat dukungan yang berbuah dengan rentetan prestasi. Antara lain penghargaan Kelompok Tani Terbaik se-Indonesia, dan Petani Penghasil Coklat Terbaik se-Indonesia.

"Terima kasih juga atas support yang diberikan pada kami. Saat ini sudah ada 1.337 anggota petani coklat dan 22 anggota kelompok tani di Jawa Timur. Kemarin kami juga memperoleh bantuan bibit coklat sebanyak 50 ribu bibit yang siap tanam," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement