Selasa 04 Aug 2020 06:09 WIB

BFI Finance akan Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

Obligasi Berkelanjutan IV BFI Finance Tahap III Tahun 2020 ditawarkan dalam dua seri.

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
BFI Finance
Foto: BFI
BFI Finance

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT BFI Finance Indonesia Tbk akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV BFI Finance Indonesia Tahap III Tahun 2020 dengan nilai emisi sebesar Rp 500 miliar. Penerbitan Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV dengan total target penghimpunan dana sebesar Rp 8 triliun yang telah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Obligasi Berkelanjutan IV BFI Finance Indonesia Tahap III Tahun 2020 ditawarkan dalam dua seri Obligasi dengan nilai total sebesar Rp 500 miliar, Obligasi Seri A berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) hari kalender terhitung sejak Tanggal Emisi dan Obligasi Seri B berjangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi.

Baca Juga

BFI Finance telah melakukan penerbitan Obligasi sejak 2007 dengan total nilai emisi lebih dari Rp11 triliun sampai 30 Juni 2020. Dari jumlah emisi tersebut telah dilunasi lebih dari Rp 8,5 triliun sesuai dengan tanggal jatuh tempo masing-masing Obligasi.

Masa Penawaran Awal Obligasi Berkelanjutan IV BFI Finance Indonesia Tahap III Tahun 2020 telah dimulai dari 28 Juli 2020 hingga 12 Agustus 2020. Pembayaran dari investor dijadwalkan pada 7 September 2020 dan perusahaan akan menerima dana hasil emisi Obligasi ini pada 8 September 2020.

Obligasi Berkelanjutan IV BFI Finance Indonesia Tahap III Tahun 2020 akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 9 September 2020. Perusahaan menunjuk lima Penjamin Pelaksana Emisi yang telah dikenal baik untuk penerbitan Obligasi ini, yaitu PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas. Sedangkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ditunjuk sebagai Wali Amanat.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan BFI Finance Sudjono mengatakan optimis penerbitan obligasi ini kembali akan mendapat sambutan positif dari pasar, mengingat rekam jejak BFI Finance selama ini yang telah dikenal baik oleh investor dan telah memenuhi kriteria untuk melaksanakan PUB sebagaimana yang diatur dalam Peraturan OJK No. 36/POJK.04/2014.

Untuk emisi obligasi ini, BFI Finance memperoleh hasil pemeringkatan efek jangka panjang dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) dengan peringkat ‘A+(idn)’. Peringkat nasional di kategori ‘A’ menunjukkan ekspektasi akan risiko gagal bayar yang rendah relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia.

"Sektor pembiayaan Indonesia memang menghadapi tekanan signifikan dari sisi pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan kualitas aset dari perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi covid-19 dan langkah-langkah pembatasan sosial yang diberlakukan pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8).

Namun Fitch memperkirakan BFI Finance akan memiliki likuiditas yang memadai untuk menyerap dampak dari pendapatan yang lebih rendah dan biaya kredit yang lebih tinggi yang disebabkan oleh pandemi. Marjin BFI Finance lebih tinggi daripada peer-nya, karena merupakan pemimpin pasar dalam segmen pembiayaan mobil bekas.

Sejalan dengan perkiraan tersebut, BFI Finance telah melakukan manajemen keuangan dan manajemen risiko yang berhati-hati, dimana pencadangan kerugian piutang telah ditingkatkan dari dua persen pada akhir 2019 menjadi enam persen pada akhir semester satu 2020.

Langkah ini untuk mengantisipasi potensi kerugian piutang yang akan timbul pada semester dua. BFI Finance juga memiliki rasio utang (gearing ratio) yang sangat rendah level 1,7x dibandingkan rata-rata industri, di samping total ekuitas yang sangat besar sebesar Rp 6,1 triliun atau setara dengan minimal permodalan Bank BUKU III.

Dengan risiko usaha dan likuiditas yang tetap terjaga pada semester satu 2020, BFI Finance juga merupakan salah satu perusahaan publik yang melakukan pembayaran dividen tunai sebesar Rp 180 miliar pada akhir Juli 2020 secara konsisten seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement