Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

Tuesday, 24 Zulhijjah 1442 / 03 August 2021

BMKG Jelaskan Embun Beku di Dataran Tinggi Dieng

Senin 03 Aug 2020 20:17 WIB

Red: Nora Azizah

Embun beku di Dieng terjadi saat kemarau karena angin 'monsoon' Australia (Foto: embun beku Dieng)

Embun beku di Dieng terjadi saat kemarau karena angin 'monsoon' Australia (Foto: embun beku Dieng)

Foto: Antara/Idhad Zakaria
Embun beku di Dieng terjadi saat kemarau karena angin 'monsoon' Australia.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah menyatakan fenomena embun beku di dataran tinggi Dieng di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo pada musim kemarau akibat pengaruh angin "monsoon" Australia. Koordinator BMKG Jawa Tengah Tuban Wiyoso di Magelang, Senin (3/8, menjelaskan, di Pulau Jawa saat kemarau ada angin "monsoon" Australia yang sifatnya adalah dingin dan kering.

"Kemudian ketika kemarau kondisi langit cerah maka panas di permukaan bumi itu mudah terbuang karena tidak ada hambatan, maka akan dingin dan kering," katanya usai pembukaan Sekolah Lapang Iklim di Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

Baca Juga

Ia menuturkan kalau udara kering menaiki pegunungan bertambah tinggi itu laju penurunan suhunya semakin cepat dibandingkan dengan udara basah. "Jadi di daerah pegunungan asal ada udara yang naik itu dinginnya lebih cepat dibanding udara basah," katanya.

Tuban menyampaikan, kombinasi tersebut menyebabkan di kawasan dataran tinggi Dieng saat musim kemarau bisa terjadi embun es atau embun beku. Kombinasi antara angin yang bertiup dari Australia yang memang dingin dan kering, serta topografinya yang tinggi. 

"Setiap naik sekian meter suhu turun sekian derajat. Perbandingannya kalau udara kering itu turunnya satu derajat, kalau udara basah 0,65 derajat, berarti hampir dua kalinya turunnya suhu," katanya.

Saat memasuki musim kemarau di dataran tinggi Dieng, sering terjadi pembentukan es di permukaan bumi, penampakan kristal es pada tanaman, serta benda-benda lainnya tersebut oleh masyarakat sekitar peristiwa ini dinamakan "embun upas". Akibat suhu lingkungan yang sangat dingin, titik-titik air (embun) yang telah terbentuk tersebut kemudian berubah menjadi kristal es. 

Embun beku akan bertahan ketika suhunya masih berada pada kisaran titik beku, seiring Matahari mulai terbit, embun beku perlahan mencair dan sebagian menjadi uap air lagi. Embun beku di dataran tinggi Dieng menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA