Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Arteta: Aubameyang Bisa Jadi Legenda Arsenal

Senin 03 Aug 2020 10:24 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Muhammad Akbar

Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengangkat trofi Piala FA bersama Pierre Emerick Aubameyang.

Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengangkat trofi Piala FA bersama Pierre Emerick Aubameyang.

Foto: EPA-EFE/Cath Ivill
Arteta yakin Aubameyang akan mendapatkan lebih banyak penghargaan di Arsenal

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pelatih Arsenal Mikel Arteta menyebut striker asal Gabon Pierre-Emerick Aubameyang bisa menjadi legenda Arsenal seperti Ian Wright dan Thierry Henry jika ia tetap di The Gunners.

Aubameyang mencetak kedua gol seperti yang ia lakukan dalam kemenangan semifinal atas Manchester City- saat Arsenal menyelesaikan kemenangan 2-1 di Piala FA  atas Chelsea pada Sabtu (1/8).

Mantan pemain depan Borussia Dortmund ini memiliki 70 gol di semua kompetisi sejak bergabung dengan The Gunners pada Januari 2018, tetapi masa depannya telah menjadi subyek spekulasi yang memuncak.

Aubameyang keluar dari kontrak tahun depan, meskipun Arteta telah berulang kali menyatakan keyakinan bahwa pemain internasional Gabon siap untuk tetap di Emirates Stadium.

Setelah gol kemenangannya yang luar biasa mengalahkan rival London, Chelsea, ia ditantang oleh pelatih kepalanya untuk menempatkan dirinya di samping pemain seperti Ian Wright dan Thierry Henry dalam sejarah Arsenal.

"Itu hal yang paling sulit di sepakbola, itu sudah pasti, dan dia membuatnya sederhana lihat gol kedua yang dia cetak," kata Arteta dikutip dari Goal.com, Senin (3/8).

"Kami selalu memiliki striker yang luar biasa di klub sepakbola ini dan Auba pantas disebut dan dibandingkan dengan nama-nama besar," terangnya.

"Dengan memenangkan trofi dia akan lebih dekat dengan itu dan semakin lama dia tinggal di sana juga. Mudah-mudahan kita bisa memilikinya lebih lama," tambahnya.

Arteta juga memuji etika kerja Aubameyang - kapten yang memimpin dengan memberi contoh dalam pasukan di mana orang-orang seperti Mesut Ozil dan Matteo Guendouzi telah merasa malu dengan standar bos mereka yang menuntut.

"Masalah terbesar juga mungkin meyakinkan (Aubameyang) untuk bekerja dengan cara dia bekerja," tambah Arteta.

Menurutnya, Aubameyang akan mendapatkan lebih banyak penghargaan, lebih dihormati dan kemudian penghormatan itu beralih dari penghormatan ke kekaguman termasuk kekaguman dari rekan satu timnya juga orang-orang yang bekerja dengannya dan para penggemar.

"Saya pikir sekarang, cara dia mengatur dirinya sendiri di dalam dan di luar lapangan, dia sudah mendapatkannya," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA