Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Masalah Kulit yang Sering Timbul Akibat Pemakaian Masker

Ahad 02 Aug 2020 23:06 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Kulit (ilustrasi).

Kulit (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap komponen masker.

REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO -- Masker wajah menjadi bagian penting dalam mengurangi penyebaran Covid-19. Namun, bagi sebagian orang, hal ini bisa menyebabkan masalah kulit seperti kekeringan dan iritasi.

"Ketika kami mulai melihat kasus yang masuk ke klinik kami, banyak petugas layanan kesehatan dan hal itu terkait dengan pekerjaan," ujar ahli dermatologi di Dermatology on Bloor di Toronto, dr Sonya Abdulla seperti dilansir di laman CBC, Ahad (2/8).

Dia mengatakan iritasi terjadi ketika folikel rambut menjadi teriritasi dan meradang karena gesekan, tekanan, dan penyumbatan. Sonya melihat jerawat mekanika (acne mechanica) sebagai respons terhadap kosmetik, terutama kosmetik atau riasan wajah berat.

"Kami juga melihatnya dalam konteks tekanan berulang, misalnya, seperti ponsel di sisi wajah, atau jika Anda belajar atau bekerja di meja dan memiliki kecenderungan untuk menyandarkan wajah Anda di tangan," ujar Abdulla.

Selain tekanan dan gosokan, jerawat mekanika juga dapat dipicu ketika kulit ada di lingkungan yang hangat dan lembap seperti masker wajah. Cuaca dan kelembapan yang lebih hangat menyebabkan peningkatan keringat dan produksi minyak yang menyumbat pori-pori. "Ini membuat jerawat tersebut lebih mungkin untuk berkembang," ujar dr Monica Li, ahli dermatologi dan instruktur klinis di Departemen Dermatologi dan Ilmu Kulit di University of British Columbia.

Jika Anda melihat ada lebih banyak jerawat di sekitar hidung, mulut, dan dagu  mungkin itu adalah jerawat mekanika. Mengenakan masker juga dapat memicu kondisi problem kulit lainnya. "Tidak semua yang tampak seperti jerawat sebenarnya adalah jerawat," kata dia.

Kondisi kulit inflamasi yang mudah disalahartikan sebagai jerawat, seperti rosasea dan dermatitis perioral (yang menyebabkan ruam merah di sekitar mulut) dapat dipicu oleh meningkatnya penggunaan masker. Mereka yang memiliki kecenderungan genetik untuk kondisi kulit inflamasi lainnya seperti eksim, dermatitis seboroik, atau psoriasis, juga dapat dipengaruhi oleh peningkatan tingkat gesekan dari pemakaian masker.

Li mengatakan beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap komponen masker (misal pewarna kain) atau lecet, dan sobekan pada kulit akibat penggunaan jangka panjang.




 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA