Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

PSBB Transisi Diperpanjang, Fahira: Tingkatkan Kapasitas Tes

Jumat 31 Jul 2020 23:41 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Senator Jakarta Fahira Idris

Senator Jakarta Fahira Idris

Fahira Idris meminta tak hanya rumah sakit, puskesmas juga aktif tes Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terobosan terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan meningkatkan kapasitas tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Tes tidak hanya dilakukan terhadap pasien di rumah sakit tetapi juga melalui puskesmas proaktif melakukan tes Covid-19 ke komunitas.

Hal itu sejalan dengan keputusan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi selama dua pekan ke depan. "Masa dua pekan ke depan menjadi fase yang sangat penting bagi warga Jakarta untuk bahu membahu dan berkolaborasi mengendalikan pandemi," ungkap senator DKI Jakarta, Fahira Idris dalam keterangannya, Jumat (31/7).

Caranya sangat sederhana yaitu prioritaskan melakukan aktivitas di rumah dan saat harus keluar rumah patuhi protokol kesehatan. Jika disiplin menerapkan protokol kesehatan semakin meningkat ditambah kapasitas tes PCR yang juga semakin meningkat maka mengendalikan pandemi di ibu kota bukan sekedar angan-angan tetapi akan mampu menjadi kenyataan. 

“Peningkatakan kapasitas tes di Jakarta yang sudah hampir 4 kali lipat standar yang dianjurkan WHO adalah modal utama mengendalikan pandemi ini," ungkap Fahira.

Lanjut Fahira, modal itu akan semakin kuat jika ditambah dengan peningkatan disiplin masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya Fahira metode active case finding yang dijadikan strategi utama Pemprov DKI Jakarta adalah cara yang paling ilmiah dan efektif untuk mencegah dan mengunci penyebaran virus corona sehingga pandemi ini dapat dikendalikan. Dalam situasi wabah seperti ini, paradigma yang harus dibangun terutama para pengambil kebijakan baik di Pusat maupun daerah adalah siapa saja bisa tertular dan menularkan. 

Terlebih, sambung Fahira, dalam perkembangannya virus corona ini ternyata tidak menimbulkan gejala di banyak orang. Jika orang-orang tanpa gejala ini tidak ditemukan dan dilakukan tindakan medis maka akan sangat berbahaya karena bisa melahirkan ledakan kasus.  Jika sudah begini, kata Fahira, sampai kapan pun pandemi ini tidak akan bisa dikendalikan. 

Klaim Fahira, Jakarta terus berupaya meningkatkan kapasitas tes dengan proaktif melakukan tes Covid-19 ke komunitas atau orang yang kemungkinan besar punya potensi tertular. Hal itu untuk menemukan orang-orang tanpa gejala yang menjadi salah satu penyumbang kasus positif terbesar. 

"Semakin banyak ditemukan kasus positif dan segera dilakukan tindakan medis maka virus dapat segera dicegah meluas dan pandemi ini dapat dikendalikan,” tutup Fahira. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA