Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Wednesday, 25 Zulhijjah 1442 / 04 August 2021

Menteri Zimbabwe Meninggal karena Covid-19

Jumat 31 Jul 2020 07:04 WIB

Red: Friska Yolandha

virus corona (ilustrasi). Menteri Pertanian (Mentan) Zimbabwe Perrance Shiri meninggal akibat infeksi Covid-19.

virus corona (ilustrasi). Menteri Pertanian (Mentan) Zimbabwe Perrance Shiri meninggal akibat infeksi Covid-19.

Foto: www.freepik.com
Menteri Pertanian Zimbabwe bukan satu-satunya pejabat publik yang terinfeksi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, HARARE -- Menteri Pertanian (Mentan) Zimbabwe Perrance Shiri meninggal akibat infeksi Covid-19. Presiden Emmerson Mnangagwa mengtakan, Shiri menjadi pejabat senior pemerintah pertama yang menyerah pada pandemi.

Shiri, pensiunan jenderal yang membantu rencana kudeta penggulingan Robert Mugabe pada 2017, meninggal pada Rabu (29/7). Mendiang veteran pembebasan perang itu dinobatkan sebagai pahlawan nasional dan akan dimakamkan secara tertutup pada Jumat.

Baca Juga

"Kini dikonfirmasikan bahwa Menteri Shiri meninggal akibat Covid-19, kami akan mengikuti prosedur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai proses pemakaman," kata Mnangagwa di kediaman Shiri di Harare.

Sejauh ini Zimbabwe telah melaporkan 2.879 kasus Covid-19. Dari jumlah itu, terdapat 40 kematian.

Pandemi Covid-19 telah menyebar hampir ke seluruh dunia. Penyakit ini tidak memandang jabatan dan kekuasaan karena terbukti sejumlah pejabat publik di sejumlah negara terdeteksi positif Covid-19. Pejabat pertama yang diketahui positif Covid-19 adalah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Ia dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala Covid-19 pada April 2020.

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, dinyatakan positif Covid-19 pada 7 Juli 2020. Sejak saat itu dia menjalani karantina mandiri di kediaman presiden.

Presiden sementara Bolivia Jeanine Anez pada Selasa (28/7) mengatakan bahwa ia telah pulih dari penyakit infeksi virus corona baru (Covid-19) dan kembali bekerja. Anez mengatakan pada 9 Juli bahwa ia positif Covid-19 dan menjalani isolasi di kediaman presiden. 

Pada Kamis (30/7), kantor kepresidenan Gambia mengumumkan wakil presiden negara Afrika itu positif terinfeksi virus corona. Wakil Presiden Isatou Touray segera melakukan karantina mandiri selama dua pekan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA