Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Terdampak Pandemi, Jennifer Lawrence Jual Murah Apartemennya

Kamis 30 Jul 2020 14:31 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

Jennifer Lawrence jual murah apartemennya dan pindah dari New York (Foto: Jennifer Lawrence)

Jennifer Lawrence jual murah apartemennya dan pindah dari New York (Foto: Jennifer Lawrence)

Foto: AP
Lawrence jual murah apartemennya dan pindah dari New York.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- New York memiliki kasus tertinggi Covid-19 dari negara bagian lainnya di Amerika Serikat. Karenanya banyak warga yang memilih pindah dari New York, salah satunya aktris Jennifer Lawrence.

Bahkan pemeran karakter Dominika Egorova di film eksyen "Red Sparrow" sampai menjual apartemen mewah (penthouse) nya di kota New York. Namun Manhatan Penthouse yang menyuguhkan pemandangan kota New York itu terpaksa dijual murah, dan Lawrence mencatatkan kerugian hingga jutaan dolar AS.

Baca Juga

Apartemen itu memiliki luas lebih dari 4.000 meter persegi. Terdiri dari tiga kamar yang terletak di sebuah kondominium di Upper East Side Manhattan yang dilengkapi dengan fasilitas lift pribadi. 

Penthouse ini terjual sekitar 12 juta dolar AS atau sekitar Rp 175,6 miliar. Padahal Lawrence membeli pentahouse itu seharga 15,6 juta dolar AS atau sekitar Rp 228,2 miliar.

Melansir laman Fox News, Kamis (30/7) dilaporkan bahwa bintang "Hunger Games" itu telah mencoba menjual penthouse selama setahun belakangan. Namun ia rela menurunkan harganya, karena ingin segera pindah dari New York, mengingat ancaman Covid-19.

Ross Sapir, presiden Roadway Moving, sebuah perusahaan yang membantu seseorang atau bisnis memindahkan barang dari satu kota ke kota lain, mengatakan bahwa selama pandemi tren pindahan semakin meningkat.

"Saya belum pernah melihat pertumbuhan seperti itu. Melonjak dua hingga tiga kali lipat dibandingkan musim lain," kata Sapir.

Karena coronavirus, banyak orang telah bekerja dari rumah atau dari mana saja dengan akses internet. Dan orang-orang kelas menengah ke atas, memilih untuk pindah ke kota lain yang lebih aman.

Selain Covid-19, lonjakan kejahatan dan protes anti rasisme mungkin menjadi alasan kepindahan masyarakat. Mengingat ada banyak oknum yang memanfaatkan aksi protes untuk melakukan tindakan kriminal.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA