Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Huawei Harap Jaringan 5G Bisa Lebih Merata

Rabu 29 Jul 2020 20:10 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Huawei

Huawei

Foto: AP Photo/Mark Schiefelbein
Saat ini terdapat 90 juta pengguna 5G di seluruh dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rotating Chairman Huawei, Guo Ping berharap percepatan penyebaran jaringan internet 5G global untuk memperkuat industri ekonomi digital. Hal itu diungkapkannya saat berbicara di Konferensi Tingkat Tinggi Better World Summit 2020, di China, Rabu (29/7).

Guo Pong mengatakan saat ini terdapat 90 juta pengguna 5G di seluruh dunia. Dengan adanya jaringan 5G yang merata, potensi teknologi dapat dioptimalkan.

"Ketika penyebaran jaringan 5G global mulai merata, kita perlu memperkuat fokus pada penerapan teknologi ini di industri. Ini akan membantu kita dalam mengoptimalkan seluruh potensi teknologi 5G," ujar Guo Ping melalui keterangan resminya.

Persoalan bisnis untuk 5G bukan hanya konektivitas yang lebih baik. Ketika teknologi seperti 5G, komputasi, cloud, dan kecerdasan buatan, AI, bersinergi, bisa menciptakan banyak peluang baru. Guo Ping mengatakan untuk membuat 5G berhasil secara komersial diperlukan kerja sama dari seluruh industri. Aplikasi industri vertikal dapat direplikasi hanya ketika standar industri terpadu dan ekosistem kolaboratif sudah berjalan.

"Ke depan, Huawei akan melipat gandakan upaya untuk melengkapi mitra kami dengan kemampuan yang mereka butuhkan. Kami akan mempromosikan inovasi bersama, dan mendorong pertumbuhan bagi semua orang di rantai nilai," kata Guo Ping.

Sementara itu, Guo Ping juga mengatakan bahwa pandemi ini telah turut merombak bagaimana manusia beraktivitas dalam keseharian dan bekerja. Pandemi juga telah memukul sendi-sendi perekonomian global. Namun dalam banyak hal, TIK memiliki peranan penting yang menjadi andalan kita dalam memerangi virus ini.

"Kita bisa ambil contoh dari pengalaman kami di wilayah-wilayah yang menjadi pusat-pusat pandemi global di awal, kami telah mengembangkan sembilan solusi berbasis skenario yang menggunakan teknologi TIK untuk membantu memerangi pandemi," kata Guo Ping.

"Baik dalam hal penyebaran jaringan rumah sakit, konsultasi jarak jauh, pendidikan online, atau memulai kembali pemerintahan dan bisnis, kami telah berbagi pengalaman dan kemampuan untuk membantu mengendalikan penyebaran virus dan menggerakkan kembali perekonomian," ujar Guo Ping melanjutkan.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA