Monday, 4 Safar 1442 / 21 September 2020

Monday, 4 Safar 1442 / 21 September 2020

Panduan Waktu Layar Anak Semasa PJJ

Rabu 29 Jul 2020 19:45 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Pelajar Sekolah Dasar mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Di masa pandemi Covid-19, jangan lupa jaga kesehatan mata anak yang belajar daring.

Pelajar Sekolah Dasar mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Di masa pandemi Covid-19, jangan lupa jaga kesehatan mata anak yang belajar daring.

Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Saat PJJ, durasi anak menatap layar gawai semakin panjang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama masa pembelajaran jarak jauh (PJJ), durasi siswa menggunakan gawai bertambah panjang. Belum lagi, anak-anak juga kerap mengandalkan gawai untuk hiburan semasa pandemi Covid-19.

Baca Juga

Dr Andito K Adisasmito SpM menjelaskan, ada dua panduan screen time anak yang sering dijadikan acuan. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan anak yang lebih besar harus membatasi waktu layar maksimal dua jam dan memperbanyak interaksi tatap muka.

Sementara itu, The American Association of Ophthalmologist (AAO) menganjurkan agar anak menganut konsep 20.20.20. Artinya, setiap 20 menit waktu layar, anak harus mengistirahatkan mata 20 detik sambil melihat sesuatu dari jarak sejauh 20 kaki (6 meter).

Mungkinkah itu terlaksana di tengah PJJ? Andito mengatakan, diperlukan kerja sama dengan pihak sekolah. Misalnya, paling tidak 20 detik tidak menatap layar selama anak duduk depan komputer.

"Moga-moga masih bisa diterima pihak sekolah," kata dokter spesialis mata dari Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional RS Anak dan Bunda Harapan Kita.

Andito menganjurkan agar anak diberi batasan dalam menatap layar. Selain itu, coba pilih tempat duduk di lokasi yang memungkinkan anak mengalihkan pandangan bebas jauh dari layar.

"Duduk bisa menghadap ke layar, tapi di belakang layar ada jendela agar bisa melihat yang hijau-hijau," ungkap Andito.

Upayakan agar pola 20.20.20 itu menjadi kebiasaan baik bagi anak. Agar itu bisa diwujudkan, ayah dan ibu dapat memberi masukan kepada pihak sekolah adalah agar waktu layar tidak terlalu lama dan anak tidak duduk di posisi tidak aktif terlalu lama. Paling tidak, tidak saat waktu layar sudah 45 menit, lakukan lima menit relaksasi atau aktivitas gerak bersama tersebut.

"Dianjurkan kelas daring dibuat seperti layaknya seminar, ada break dulu, berdiri dulu, dan aktivitas gerak bersama, seperti teknik ice breaker pada pertemuan-pertemuan, supaya selain mata relaks, badan juga lebih aktif," kata Andito.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA