Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Minta Maaf Secara Langsung, Nadiem Kunjungi PP Muhammadiyah

Rabu 29 Jul 2020 15:35 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

Mendikbud, Nadiem Makarim

Mendikbud, Nadiem Makarim

Foto: Ist
Nadiem meminta maaf kepada PP Muhammadiyah secara langsung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti membenarkan informasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang mendatangi Kantor PP Muhammadiyah pada Rabu (29/7). Ia menjelaskan, kedatangan Nadiem merupakan silaturahmi dari Kemendikbud sekaligus membahas beberapa kebijakan termasuk Program Organisasi Penggerak (POP).

Mu'ti juga menyebutkan, kedatangan Nadiem sekaligus meminta maaf kepada PP Muhammadiyah secara langsung. "Silaturahmi saja. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam dibicarakan berbagai keijakan Kemendikbud, khususnya program POP. Mendikbud menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan mengevaluasi program POP," kata Muti, dihubungi Republika, Rabu.

Sehari sebelumnya, Nadiem membuat pernyataan tertulis sekaligus permintaan maaf resmi atas kisruh POP yang menyebabkan Muhammadiyah, LP Maarif NU, dan PGRI mundur dari program peningkatan kualitas guru tersebut. POP merupakan program yang memberikan dana hibah kepada sejumlah organisasi yang lolos seleksi untuk nantinya menjalankan programnya secara nasional.

Mundurnya organisasi besar tersebut dari POP, salah satu alasannya adalah kelolosan dua lembaga filantropi besar seperti Tanoto Foundation dan Putera Sampoerna Foundation. Banyaknya kritikan dari berbagai pihak, Kemendikbud akhirnya memutuskan untuk melakukan evaluasi terhadap POP. Kemendikbud juga telah memastikan, dua lembaga filantropi tersebut tidak menggunakan APBN sepeser pun.

Kedatangan dan permintaan maaf dari Nadiem hari ini ke PP Muhammadiyah diapresiasi oleh Mu'ti. Walaupun demikian, pihaknya masih belum menentukan sikap mengenai POP dan akan dibahas secara khusus.

"PP Muhammadiyah akan membahas secara khusus dengan Majelis Dikdasmen dan Majelis Dikti dalam waktu dekat," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA