Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Begini Kronologi Kebakaran Tambang di Sawahlunto

Rabu 29 Jul 2020 10:56 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Friska Yolandha

Ilustrasi tambang. Terjadi kebakaran di lobang tambang di Kota Sawahlunto, Sabtu (25/7).

Ilustrasi tambang. Terjadi kebakaran di lobang tambang di Kota Sawahlunto, Sabtu (25/7).

Foto: Iggoy El Fitra/Antara
Tiga orang mengalami luka bakar serius akibat kebakaran tambang.

REPUBLIKA.CO.ID, SAWAHLUNTO -- Terjadi kebakaran di lobang tambang di Kota Sawahlunto, Sabtu (25/7). Tiga orang terluka akibat peristiwa itu.

Kasat Reskrim Polres Sawahlunto, Iptu Ray Sinurat menjelaskan kronologi kejadian kebakaran tersebut. Ray menyebut kebakaran dan ledakan terjadi di lobang tambang batu bara milik PT Dasrat Sarana Arang Sejati. Lokasi tambang berada di Sawarasam Parambahan, Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.

"Kebakaran ini mengakibatkan tiga orang pekerja mengalami luka bakar serius di bagian wajah, tangan dan badan," kata Ray, Rabu (29/7).

Baca Juga

Kebakaran di lobang tambang terjadi pada pukul 13.00 WIB pada Sabtu (25/7). Saat itu semua pekerja tambang sedang istirahat makan siang dan sholat.

Sekitar pukul 13.05 WIB, ketiga pekerja yang terdiri dari kepala lobang, teknisi listrik dan teknisi pompa melakukan pengecekan ke jalur maju lobang B. Saat ketiganya tiba di lobang cabang 4 untuk memeriksa pompa air di kedalaman 160 meter teknisi listrik mencabut colokan listrik dari mesin pompa air.

Kemudian terjadi percikan api dan menyebabkan kebakaran di dalam lobang. Sehingga ketiga pekerja tersebut mengalami luka bakar di bagian badan, tangan dan wajah.

Polisi belum dapat meminta keterangan kepada korban karena masih menjalani perawatan di RSUD Ali Hanafiah, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Ray mengatakan selain kepolisian, tim Inspektorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah menurunkan tim untuk melakukan investigasi. Tim dari ESDM baru meluncur ke lokasi hari ini.

"Nanti kami sama-sama turun ke lokasi untuk olah tempat kejadia perkara (TKP)," ujar Ray.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA