Rabu 29 Jul 2020 11:31 WIB

3 Korban Kecelakaan Tambang Dirawat di RSUD Batusangkar

Tiga orang korban itu merupakan pekerja tambang PT Dasrat Sarana Arang Sejati.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Agus Yulianto
RSUD M Ali Hanafiah Batusangkar
Foto: Republika/ Febrian Fachri
RSUD M Ali Hanafiah Batusangkar

REPUBLIKA.CO.ID, BATUSANGKAR -- Tiga orang pekerja tambang yang terluka akibat ledakan di Lobang Tambang milik PT Dasrat Sarana Arang Sejati di Kota Sawahlunto, saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. Dr. M Ali Hanafiah, Batusangkar. Ketiga korban ini langsung dirujuk ke RSUD Hanafiah setelah kejadian ledakan pada Sabtu (25/7) akhir pekan lalu.

"Benar. Ketiga korban kecelakaan di Sawahlunto saat ini menjalani perawatan di RSUD Hanafiah. Kondisi pasien sudah baik tapi butuh perawatan lebih lanjut," kata Pelaksana Tugas Kasubag Umum Beni Aqbar kepada Republika, Rabu (29/7).

Beni menyebut ketiga korban luka kabar ini akan butuh waktu perawatan lebih kurang selama 20 hari. Ketiga korban masing-masing adalah Srikusna warga Talawi berusia 55 tahun. Srikusna mengalami luka bakar grat II. Saat ini Srikusna dalam keadaan stabil.

Kedua adalah Adri Gusra yang juga warga Talawi berusia 34 tahun. Adri mengalami luka bakar grat II dan dalam keadaan stabil. Korban ketiga adalah Syafriandi warga Talawi berusia 35 tahun. Syafriandi mengalami luka bakar grat I dan sekarang sudah dalam kondisi stabil.

Tiga orang korban merupakan pekerja tambang PT Dasrat Sarana Arang Sejati. Kepala Dinas ESDM Sumbar, Hery Martinus menyebut perusahaan tersebut sudah punya izin usaha pertambangan (IUP).

Hery mengatakan, ESDM sudah menurunkan tim ke lokasi untuk memastikan kebakaran di lobang tambang murni kecelakaan atau ada unsur kelalaian. Tim inspektorat akan turun ke lokasi tambang hari ini. "kita lihat nanti bagaimana laporan hasil penyelidikannya," ucap Hery.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement