Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

IHSG Melemah Ikuti Bursa Saham Global

Rabu 29 Jul 2020 09:53 WIB

Red: Friska Yolandha

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (29/7) pagi, melemah mengikuti koreksi bursa saham global. IHSG dibuka melemah 6,3 poin atau 0,12 persen ke posisi 5.106,69.

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (29/7) pagi, melemah mengikuti koreksi bursa saham global. IHSG dibuka melemah 6,3 poin atau 0,12 persen ke posisi 5.106,69.

Foto: M RISYAL HIDAYAT/ANTARA
Investor menanti rilis laporan keuangan kuartal II emiten.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (29/7) pagi, melemah mengikuti koreksi bursa saham global. IHSG dibuka melemah 6,3 poin atau 0,12 persen ke posisi 5.106,69. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 1,71 poin atau 0,21 persen menjadi 797,97.

"Hari ini IHSG kami perkirakan akan terkoreksi mengikuti pergerakan bursa global, di tengah para investor yang juga menanti dan mencermati rilisnya laporan keuangan kuartal II 2020 yang akan berakhir dalam minggu ini," tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporannya di Jakarta, Rabu.

Baca Juga

Bursa saham AS pada perdagangan semalam ditutup turun. Pelemahan terjadi di tengah musim laporan keuangan, dimana ada sebagian perusahaan melaporkan kinerja di bawah estimasi, seperti Mc Donald’s.

Di sisi lain, investor juga mengkhawatirkan perseteruan antara Partai Demokrat dan Republik tentang anggaran stimulus baru untuk menanggulangi wabah Covid-19. Dengan sudah sangat mendekati masa reses di akhir Juli ini, maka para pelaku pasar pesimis stimulus tersebut akan terlaksana dalam waktu dekat.

Tanpa stimulus tersebut, dengan jumlah lapangan kerja yang masih terbatas, maka dikhawatirkan ekonomi akan terganggu. Selain itu, pelaku pasar juga menanti hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang membahas suku bunga AS dan mungkin juga tambahan stimulus moneter yang alan diumumkan besok.

Dari pasar komoditas, harga emas mendekati 2.000 dolar AS per troy ounce. Di pasar spot, harga emas global naik 0,3 persen menjadi 1.947,5 dolar AS per troy ounce dan sempat mencapai 1,980 per troy ounce di awal perdagangan. Momentum kenaikan harga emas terdorong oleh ketidakpastian akan ekonomi global sehingga banyak yang memilih emas sebagai safe haven, serta adanya peluang The Fed akan terus memberikan stimulus moneternya.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 185,5 poin atau 0,82 persen ke 22.471,88, indeks Hang Seng naik 45,65 poin atau 0,18 persen ke 24.818,41, dan indeks Straits Times melemah 12,39 atau 0,48 ke 2.570,58.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA