Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Pelanggar Transportasi Meningkat Saat PSBB Transisi di Ambon

Selasa 28 Jul 2020 23:47 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Pelanggar Transportasi Meningkat Saat PSBB Transisi di Ambon (ilustrasi).

Pelanggar Transportasi Meningkat Saat PSBB Transisi di Ambon (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah
Banyak penumpang yang diangkut tidak menggunakan masker.

REPUBLIKA.CO.ID,AMBON -- Pelanggaran di sektor moda transportasi mengalami peningkatan pada saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Kota Ambon, Maluku.

Koordinator Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Pemkot Ambon, John Slarmanat menyatakan di Ambon pelanggaran moda transportasi meningkat 42 kasus yang telah dilakukan penindakan oleh PPNS Kota Ambon.

Ia menjelaskan, pelanggaran moda transportasi terjadi pada angkutan kota yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas yang ditetapkan. Selain itu ditemukan masih banyak penumpang yang diangkut tidak menggunakan masker.

PPNS dinas perhubungan telah melakukan penindakan, dan dari 42 pelanggar itu, 14 di antaranya telah melakukan kewajiban menyetor sanksi denda administrasi ke bank sebesar Rp250 ribu untuk pengemudi.

"Petugas akan terus memantau aktifitas di setiap sektor terutama moda transportasi, agar masyarakat memahami aturan yang ditetapkan pemerintah," ujarnya, Selasa (28/7).

Selama PSBB transisi, total 53 pelanggaran yang telah dilakukan penindakan oleh PPNS, yakni pelanggaran tidak menggunakan masker enam orang, kuliner malam tiga usaha, rumah makan dan cafe dua, toko dua unit dan 42 pelanggaran moda transportasi.

Hasil evaluasi secara umum, masyarakat mulai pahami dan mengikuti seluruh peraturan yang ditetapkan. "Penegakan aturan akan terus diberlakukan saat PSBB transisi, kita bukan mengejar denda, tetapi berupaya menegakkan disiplin masyarakat, " tandasnya.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA