Selasa 28 Jul 2020 19:23 WIB

Harga Bitcoin Lampaui Rp150 Juta, Bisa Sentuh Rp234 Juta?

Harga Bitcoin Lampaui Rp150 Juta, Bakal Meroket Hingga Rp234 Juta

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Harga Bitcoin Lampaui Rp150 Juta, Bakal Meroket Hingga Rp234 Juta. (FOTO: Unsplash/André François McKenzie)
Harga Bitcoin Lampaui Rp150 Juta, Bakal Meroket Hingga Rp234 Juta. (FOTO: Unsplash/André François McKenzie)

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Beberapa hari belakangan, harga Bitcoin ada di kisaran Rp150 juta-Rp160 jutaan; melampaui harga Bitcoin pada Maret lalu, di mana itu melemah Rp66 jutaan. Bahkan, analis menilai, harga itu akan terus melonjak pada 2020.

Pada Selasa (28/7/2020) pukul 15.24 WIB, harga mata uang digital itu menyentuh angka Rp158 jutaan. Laman Cointelegraph melaporkan, perkiraan analis menyebut, Bitcoin bakal menembus harga 14 ribu-16 ribu dolar AS (sekitar Rp204,4 juta-Rp233,6 juta).

Kepala Pengembangan Bisnis Luno, platform pertukaran mata uang kripto, Vijay Ayyar megatakan, pemain besar sedang mempertimbangkan menjual Bitcoin kepada investor retail. "Yang kami beberkan merupakan potensi akumulasi ulang dari pemain besar, bergabung dengan pedagang lebih kecil gua mendorong harga Bitcoin melampaui 10 ribu-10,5 ribu dolar AS," ujar Ayyar, seperti dilansir dari CNBC Internasional, Selasa (28/7/2020).

Baca Juga: Harga Bitcoin Melonjak Drastis, Mata Uang Kripto Lain Menyusul

Baca Juga: Uji Coba Yuan Digital, China Gandeng Lebih dari 20 Perusahaan

Jika Bitcoin melampaui harga 10,5 ribu dolar AS, maka Ayyar optimis kalau harga mata uang digital itu bisa mencapai 15 ribu dolar AS (sekitar Rp218,8 juta).

Ia menambahkan, "saat ini, semua tanda mengindikasikan hal tersebut."

Mengapa harga Bitcoin bisa meningkat? Karena para investor cemas terhadap meningkatnya kasus COVID-19. Tak hanya itu, mereka terus memantau perkembangan vaksin corona.

Dengan begitu, para bank sentral tergiur untuk memberi stimulus, sehingga harga emas dan Bitcoin terus bertumbuh. "Kami akan melihat momentum bullish lanjutan di seluruh pasar, termasuk emas dan ekuitas; sedangkan Bitcoin dan mata uang lain akan mengikuti," imbuh Ayyar.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement