Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

CEO Muenchen Kritik Kinerja UEFA Terkait Man City

Selasa 28 Jul 2020 16:38 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

CEO Bayern Muenchen  Karl Heinz Rummenigge

CEO Bayern Muenchen Karl Heinz Rummenigge

Foto: EPA/Andreas Gebert
Rummenigge menilai pencabutan larangan tampil di Eropa untuk City kekalahan UEFA.

REPUBLIKA.CO.ID, MUNICH -- CEO Bayern Muenchen Karl-Heinz Rummenigge kembali mencibir UEFA. Kali ini terkait batalnya sanksi Financial Fair Play (FFP) dari UEFA ke klub kaya Inggris Manchester City karena dianulir Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

"Saya percaya keputusan akhir yang dibuat oleh CAS adalah hasil karena panel UEFA tidak melakukan pekerjaan dengan baik," kata Rummenigge dilansir Metro, Selasa (28/7).

Lewat pengajuan banding yang dilakukan Man City, CAS memutuskan beberapa tuduhan pelanggaran keuangan oleh City tidak dapat dibuktikan. Sebab, UEFA dinilai tidak memenuhi undang-undang mereka sendiri yang memuat tenggat waktu penuntutan selama lima tahun. Penyelidikan UEFA sebelumnya terjadi pada 2014.

Baca Juga

Meski demikian, klub rival sekota Manchester United itu tetap harus membayar denda 10 juta euro karena dinilai tidak kooperatif kepada UEFA. Rummenigge menilai pencabutan larangan itu dianggap sebagai kekalahan Badan Pengawas Keuangan Klub (CFBC) yang berada di bawah komando UEFA.

"Apa yang saya dengar dari sumber yang berbeda adalah itu tidak terorganisasi dengan baik sebelumnya. Jadi, selamat kepada rekan-rekan Manchester City bahwa mereka dapat berpartisipasi tahun depan di Liga Champions dan tahun berikutnya juga," sindir Rummenigge.

Sebelumnya, City dituduh oleh CFBC melanggar regulasi Financial Fair Play pada periode 2012 hingga 2016. Alhasil, hukuman yang bakal didapat City adalah larangan tampil pada dua musim kompetisi Eropa, baik Liga Champions pun Liga Europa 2020/2021, dan 2021/2022.

Tak hanya itu, the Eastland juga dipastikan harus membayar denda sebesar 30 juta euro. Sebelum keputusan itu resmi dibatalkan, banyak rumor berkembang para pemain bintang City akan meninggalkan Etihad Stadium musim panas ini.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA