Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Stasiun Madiun Sediakan Layanan Rapid Test

Selasa 28 Jul 2020 15:16 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Tenaga medis mengambil sampel darah pedagang saat Rapid Diagnostic Test.

Tenaga medis mengambil sampel darah pedagang saat Rapid Diagnostic Test.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Calon penumpang KA yang akan rapid test dikenakan biaya Rp 85.000 per orang.

REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN -- Stasiun Madiun di wilayah Daop 7 Madiun menyediakan layanan rapid test atau tes cepat guna mendeteksi COVID-19 bagi calon penumpang. Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan layanan tersebut merupakan sinergi dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) melalui anak usahanya PT Rajawali Nusindo.

"Layanan ini kami sediakan untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan yang akan menggunakan kereta api di masa adaptasi kebiasaan baru. Kami berharap pelanggan kereta api dapat memaksimalkannya," ujar Ixfan di Madiun, Jawa Timur, Selasa (28/7).

Menurut dia, kolaborasi antar-BUMN tersebut dalam rangka turut mewujudkan Indonesia yang lebih maju. Untuk mendapatkan layanan tersebut, calon penumpang KA jarak jauh hanya dikenakan biaya Rp 85.000 per orang.

"Untuk mendapatkan fasilitas rapid test di stasiun dengan harga terjangkau ini, syaratnya cukup mudah, yakni pelanggan sudah membeli tiket KA jarak jauh," katanya.

Secara nasional, layanan rapid test tersebut tersedia di 12 stasiun, dengan jam pelayanan mulai pukul 07.00 WIB saampai dengan 19.00 WIB.

Adapun ke-12 stasiun tersebut ialah Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang, dan satu stasiun yang berada di wilayah Daop 7 Madiun, yaitu Stasiun Madiun.

"Khusus untuk Stasiun Madiun, layanan rapid test tersebut akan dibuka mulai tanggal 30 Juli 2020 hingga seterusnya selama masa pandemi," kata Ixfan.

Ia menambahkan penyediaan layanan rapid test di stasiun itu merupakan bentuk peningkatan pelayanan PT KAI (Persero) dalam rangka menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada moda transportasi kereta api.

"Dengan hadirnya layanan ini, diharapkan mobilitas masyarakat dapat meningkat, dengan tetap menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan seluruh pelanggannya sehat sampai di tujuan," kata Ixfan.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA