Selasa 28 Jul 2020 06:01 WIB

CEO Rolls-Royce Pastikan Ghost Debut Sebelum Akhir 2020

Rolls-Royce harus menghadapi pandemi saat pengembangan Ghost memasuki tahap akhir.

Ghost Rolls-Royce
Foto: Carscoops
Ghost Rolls-Royce

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rolls-Royce akan meluncurkan mobil legendaris Rolls-Royce Ghost pada musim gugur (September-November) 2020. Kebijakan ini mengikuti tradisi peluncuran model Ghost pertama di Goodwood, Inggris pada 2009.

CEO Rolls-Royce, Torsten Muller-Otvos melalui surat terbuka pada Senin (27/7), menyebutkan bahwa perusahaan itu harus menghadapi pandemi Covid-19 saat pengembangan Ghost memasuki tahap akhir.

Baca Juga

"Di Rolls-Royce, kami menjaga semangat kami. Dengan fokus utama pada kesejahteraan karyawan di Home of Rolls-Royce di Goodwood, dan di seluruh dunia," demikian pernyataan Torsten Muller-Otvos.

"Kami dengan hati-hati dan bertanggung jawab berupaya menyelesaikan mobil yang luar biasa ini. Pengalaman itu mengingatkan kami bahwa Rolls-Royce, dengan Spirit of Ecstasy yang ikonik di haluannya, telah bertahan dengan ketahanan dan terus berfungsi sebagai simbol ambisi dan usaha keras," kata mereka.

Rolls-Royce menyebutkan bahwa Ghost terbaru dikembangkan berdasarkan masukan klien, salah satunya adalah desain yang lebih minimalis. Mereka juga menyebutkan bahwa mobil mewah itu mengakomodir kemauan pemilik untuk mengemudikan sendiri, atau menggunakan jasa sopir.

Berdasarkan riset Luxury Intelligence Unit dan desainer Home of Rolls-Royce, Torsten menyebutkan bahwa konsumen mencari kemurnian desain, menolak hiasan yang tidak perlu serta komplikasi yang jelas.

"Untuk melengkapi minimalis ini, klien Ghost kami membutuhkan teknologi inovatif dan mudah dengan rekayasa substansi yang nyata di mobil mereka," tulis Torsten Muller-Otvos.

Ia menyebut bahwa Ghost adalah produk yang indah, minimalis namun juga kompleks, sejalan dengan keinginan konsumen tersebut.

Rolls-Royce memastikan bahwa Ghost akan hadir dalam beberapa bulan ke depan, yang dimulai dengan peluncuran empat seri animasi.

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement