Senin 27 Jul 2020 16:35 WIB

MUI : Lokasi Sholat Idul Adha di Papua Barat Diperbanyak

Protokol kesehatan juga wajib dilaksanakan pada saat penyembelihan hewan qurban.

MUI : Lokasi Sholat Idul Adha di Papua Barat Diperbanyak (Ilustrasi)
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
MUI : Lokasi Sholat Idul Adha di Papua Barat Diperbanyak (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,MANOKWARI -- Lokasi Sholat Idul Adha di Provinsi Papua Barat akan diperbanyak untuk mencegah terjadinya kerumunan jamaah guna mencegah penyebaran Covid-19. Hal ini dikatakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat Achmad Naustrao.

"Kami pastikan Sholat Idul Adha tahun ini tetap dilaksanakan, namun dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Tentu kami juga berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19," ucap Naustraudi Manokwari, Senin (27/7).

Ia menyebutkan Indonesia saat ini masih dalam situasi pandemi virus corona. Sejumlah daerah di Papua Barat pun masih ada penularan hingga saat ini. Tata cara peribadatan terutama pada pelaksanaan Sholat Idul Adha perlu diatur dalam rangka membantu pemerintah mencegah penularan Covid-19.

Achmad menjelaskan pelaksanaan Sholat Idul Adha pada Jumat (31/7) akan dilaksanakan dengan memanfaatkan masjid, mushala serta lapangan kecil di setiap kompleks. Lapangan besar tidak akan digunakan karena bisa memicu kerumunan jamaah berskala besar. "Protokol kesehatan wajib dilaksanakan dengan membatasi jumlah jamaah serta mengatur jarak yang aman, minimal satu meter pada saat pelaksanaan sholat. Jamaah juga wajib mengenakan masker, bawa sajadah dari rumah dan lain sebagainya," ucap Achmad lagi.

Selain pelaksanaan sholat, lanjut Naustrau, protokol kesehatan juga wajib dilaksanakan pada saat penyembelihan hewan qurban hingga teknis pendistribusiannya. "Daging hewan qurban tidak boleh dibagi di masjid atau lokasi penyembelihan untuk mencegah antrean dan kerumunan warga. Petugas masjid harus disiapkan untuk mendistribusikan ke rumah-rumah," katanya lagi.

Ia pun mengimbau panitia qurban di seluruh daerah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan kesehatan hewan. "Sesuai syariat, pastinya hewan qurban harus sehat dan disembelih dengan cara yang benar sesuai tuntunan," katanya.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement