Senin 27 Jul 2020 07:33 WIB

Dukungan untuk Kemenpora Pertahankan WTP Terus Mengalir

Okto mengingatkan WTP tidak bersifat permanen.

Menpora Zainudin Amali.
Foto: Dok. Pri
Menpora Zainudin Amali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Status opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendapatkan apresiasi banyak kalangan. Kali ini apresiasi datang dari Komite Olimpiade Indonesia hingga tokot kepemudaan yang mendukung Kemenpora untuk mempertahankan opini WTP tersebut.

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari mengatakan WTP merupakan sebuah prestasi yang tak bisa diabaikan. Pasalnya, Okto mengingatkan WTP tidak bersifat permanen, sehingga prestasi terutama di bidang administrasi harus dipertahankan Kemenpora.

"Saya dapat kabar itu dari Menpora langsung. Saya sudah ucapkan selamat, karena ini kan setelah beberapa tahun Kemenpora agak sulit untuk dapat WTP. Itu Prestasi yang tidak bisa diabaikan," kata Oktohari, Ahad (26/7).

"WTP ini kan bukan hal yang permanen, ini bisa berubah. Mudah-mudahan dengan mendapat WTP ini bisa mendorong Kemenpora untuk semakin profesional, sehingga pasti berdampak terhadap prestasi dari atlet itu sendiri," sambungnya.

Pemberian opini WTP dari BPK ini pun mendapatkan dukungan dari tokoh kepemudaan, Arief Rizky Bakhtiar. Pria yang menjabat staf ASEAN Secretariat itu berharap Kemenpora bisa mempertahankan prestasi yang sudah dibuat di bidang administrasi. 

"Salut dan apresiasi setinggi-tingginya dengan komitmen dan kinerja Kemenpora dalam mendorong good corporate governance (GCG). Semoga prestasi ini dapat terus dipertahankan di masa-masa mendatang," kata alumni Perahu Kepemudaan ASEAN (SSEAYP) 2010 itu.

Akademisi olahraga, Tandiyo Rahayu turut berpendapat. Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang itu berharap membaiknya tata kelola keuangan Kemenpora bisa diikuti dengan hal lainnya.

"Saya menyambut baik klasifikasi WTP yang diberikan kepada Kemenpora oleh BPK. Semoga setelah tata kelola keuangan yang baik dan akuntabel, dapat diikuti dengan tata rencana dan tata laksana program kerja yang baik, benar, terarah dan fokus pada pembangunan Keolahragaan Nasional," ujar Tandiyo Rahayu.

Di tempat terpisah, anggota Komisi X DPR RI, Illiza Sa'aduddin juga mengapresiasi opini WTP yang didapatkan Kemenpora. Ia menyatakan, telah membuktikan sendiri membaiknya tata kelola administrasi Kemenpora saat kerja sama MoU bantuan pelatnas yang diberikan Kemenpora untuk Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani).

"Kita berharap lah dengan Pak Menteri Zainudin Amali ini, dengan baiknya birokrasi secara internal pelayanan itu menjadi lebih baik. Kemudian juga tatanan pengelolaan keolahragaan terkelola lebih baik, dan tepat sasaran. Karena olahraga ini kan semua dimulai dari tatanan tata kelola yang baik," ujar Illiza.

"Perpani kan baru saja melaksanakan MoU bantuan Pelatnas dengan Kemenpora, dan Alhamdulillah saya lihat kinerjanya jadi lebih bagus, lebih terukur. Tidak ada kesulitan dalam kepengurusan administrasi keuangan dan lain sebagainya," tambah wanita yang juga menjabat Ketua Umum Perpani itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement