Ahad 26 Jul 2020 06:20 WIB

Luhut: 500 TKA China Ciptakan 5.000 Lapangan Kerja Ahli

Luhut menegaskan pemerintah telah meminta investor latih pekerja lokal.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.
Foto: Republika/Mimi Kartika
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia membutuhkan tenaga kerja asing (TKA) karena sumber daya manusia (SDM) lokal tidak cukup untuk memenuhi kapasitas yang ada.

Luhut dalam acara Sore Bersama LBP yang ditayangkan secara daring, Sabtu (25/7), menjelaskan karena ketidakcukupan itulah, maka pemerintah meminta investor bisa melatih dan mendidik tenaga kerja lokal. Permintaan itu merupakan satu dari lima rule of thumb investasi di Indonesia.

Baca Juga

"(Kepada investor) kalian harus mendidik tenaga kerja lokal. Karena kita enggak cukup. Di Morowali itu mana ada cukup. Di Konawe Utara mana ada yang cukup. Di Halmahera Tengah mana yang cukup. Kalau ada yang bilang cukup, datang ke saya," katanya.

Luhut mengatakan, rencana pemerintah mendatangkan 500 TKA China yang kerap diributkan justru akan menciptakan lapangan kerja. Pasalnya, kedatangan tenaga kerja asing itu akan memberikan pelatihan sehingga bisa meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal.

"Sekarang kita buka, kita datangkan 500 orang asing dari China, itu dia ciptakan 5.000 lapangan kerja ahli. Dia berikan training dan transfer teknologi," katanya.

Hadirnya industri di sejumlah wilayah tersebut juga diklaim Luhut telah mendorong dibangunnya politeknik di setiap titik dekat pabrik. "Mana ada sekolah khusus tembaga di Timika? Kan enggak ada. Sekarang kita buat ini di Morowali, nanti yang kritik, pergi dan lihat, berapa banyak orang China-nya, berapa banyak orang Indonesia-nya. Sekarang sudah hampir 45 ribu pekerja di sana. China-nya mungkin tiga ribuan, lainnya orang Indonesia," katanya.

Luhut juga bercerita saat awal-awal pembangunan politeknik, banyak masyarakat lokal yang tidak lolos masuk karena tingkat pendidikan SMA kurang mumpuni. Akhirnya, kualitas SMA pun ikut diperbaiki. Politeknik pun menggunakan tenaga pengajar berkualitas. "Banyak masalah yang tidak diketahui, tapi orang asik, ribut yang tidak perlu," katanya.

Terkait rule of thumb investasi, selain harus mendidik dan membangun politeknik untuk melatih tenaga kerja lokal, Luhut juga meminta investor menerapkan teknologi kelas satu yang ramah lingkungan, melakukan transfer teknologi, memberikan nilai tambah industri, serta menggunakan konsep kerja sama business to business.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement