Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Ibadah Lima Ratus Tahun dan Satu Rahmat Allah

Ahad 26 Jul 2020 07:45 WIB

Red: A.Syalaby Ichsan

Ustaz Wahyudi

Ustaz Wahyudi

Foto: Dokumentasi Pribadi
Kenikmatan penglihatan saja saja lebih berat dibanding ibadahnya

Oleh Ustaz Wahyudi (Pengasuh Lembaga Bimbingan Quran dan Bahasa Arab, Ibnu Abbas, Limbangan, Semarang)

REPUBLIKA.CO.ID, Dari Jabir bin Abdullah   رضي الله عنه  , beliau berkata,Rasulullah      pernah keluar menemui kami, lalu bersabda, ‘Baru saja kekasihku, malaikat Jibril, keluar dariku dimana dia memberitahu, ‘Wahai Muhammad, demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, sesungguhnya Allah memiliki seorang hamba diantara sekian banyak hamba-hambaNya yang melakukan ibadah kepadaNya selama 500 tahun diatas gunung yang berada ditengah laut, yang lebarnya 30 hasta dan panjangnya 30 hasta juga.

Sedangkan  jarak lautan tersebut masing-masing  arah mata angin sepanjang 4000 farsakh. Allah mengeluarkan mata air dipuncak gunung itu hanya seukuran jari, airnya sangat segar mengalir sedikit demi sedikit, hingga menggenang dibawah kaki gunung. Disamping itu, Allah juga menumbuhkan pohon delima, yang setiap malam mengeluarkan satu buah delima matang untuk dia makan setiap harinya. Jika hari menjelang petang, hamba Allah itu turun kebawah mengambil air wudzu sambil memetik buah delima untuk dimakan. Kemudian mengerjakan shalat. Ia berdoa kepada Allah jika waktu ajal tiba agar ia diwafatkan dalam keadaan bersujud , dan mohon agar jangan sampai jasadnya rusak dimakan tanah atau lainnya sehingga ia dibangkitkan dalam keadaan bersujud juga.

Jibril melanjutkan, maka Allah benar-benar melakukan demikian, sehingga kami melewatinya ketika kami turun dan naik. Dan kita mendapatkan bahwa dia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat lalu dihadapkan dihadapan Allah, kemudian Allah   سُبْحَانَهُ وَ تَعَال     berfirman , masukkanlah hambaKU ini kedalam Surga karena RahmatKU.’

Hamba itu membantah, ‘Ya Rabbi, masukkan aku ke Surga karena perbuatanku.’ Allah   سُبْحَانَهُ وَ تَعَال   berfirman, ‘Masukkanlah hambaKU ini kedalam Surga karena RahmatKU.’

Hamba tersebut membantah lagi, ‘Ya Rabbi, masukkan aku ke Surga karena amalku.’Maka Allah memerintahkan para malaikat , ‘Cobalan kalian timbang, lebih berat mana antara kenikmatan yang Aku berikan kepadanya dengan amal perbuatannya.’

Maka ia dapati bahwa kenikmatan penglihatan saja saja lebih berat dibanding ibadahnya selama 500 tahun, belum lagi kenikmatan anggota tubuh yang lain. Maka Allah berfirman , ‘Sekarang masukkanlah hambaKU ini ke neraka.’Kemudian ia diseret kedalam neraka. Hamba itu lalu berkata, ‘Ya Rabbi, benar, aku masuk Surga hanya karena rahmatMU, masukkanlah aku ke daslam SurgaMu.’

Allah   سُبْحَانَهُ وَ تَعَال   berfirman, ‘Kembalikanlah ia.’ Kemudian ia dihadapkan lagi di depan Allah, Allah bertanya kepadanya , ‘Wahai hambaKu, siapakah yang  menciptakanmu ketikas kamu belum menjadi apa-apa?’

Hamba tersebut menjawab, ‘Engkau, ‘Wahai Tuhanku.’ 

Allah  سُبْحَانَهُ وَ تَعَال   bertanya lagi, ‘Yang demikian itu karena keinginanmu sendiri atau berkat rahmatKU ?’

Dia menjawab, ‘Semata-mata karena rahmatMU.’Allah  سُبْحَانَهُ وَ تَعَال   bertanya, ‘Siapakah yang memberi kekuatan kepadamu sehingga kamu mampu mengerjakan ibadah selama 500 tahun ?’Dia mejawab, ‘Engkau Ya Rabbi.’

Allah bertanya, ‘Siapakah yang menempatkanmu berada di gunung dikelilingi ombak laut, kemudian mengalirkan untukmu air segar di tengah-tengah laut yang airnya asin, lalu setiap malam memberimu buah delima yang seharusnya berbuah hanya satu tahun sekali ? disamping itu semua, memohon kepadaKU agar AKU mencabut nyawamu ketika kamu bersujud , dan  AKU telah memenuhi permintaanmu ?Hamba itu menjawab, ‘Engkau ya Rabbi.’

Allah   سُبْحَانَهُ وَ تَعَال   berfirman, ‘Itu semua berkat rahmatKU. Dan hanya dengan rahmatKU pula Aku memasukkanmu ke dalam Surga.’ hambaKU yang paling banyak memperoleh kenikmatan adalah kamu wahai hambaKU.’ Kemudian Allah   سُبْحَانَهُ وَ تَعَال   memasukkanya ke dalam Surga.”

Jibril   عَلَيْهِ السَلاَمُ  melanjutkan , “Wahai Muhammad, sesungguhnya segala sesuatu itu terjadi hanya berkat Rahmat Allah   سُبْحَانَهُ وَ تَعَال.

Saudaraku yang dirahmati Allah, semoga kita menjadi hamba Allah yang senantiasa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita, dengan menggunakan nikmat – nikmat tersbut untuk berkarya yang bermanfaat dan untuk beribadah kepada Allah. Wallahu Ta’ala A’alam. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA