Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Friday, 17 Safar 1443 / 24 September 2021

Asma Nadia: Pencapaian Pak Sapardi tak Redup oleh Waktu

Ahad 19 Jul 2020 20:23 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Novelis Asma Nadia mengenang Sapardi Djoko Damono sebagai pribadi yang ramah.

Novelis Asma Nadia mengenang Sapardi Djoko Damono sebagai pribadi yang ramah.

Foto: Thoudy Badai_Republika
Asma Nadia menyebut almarhum Sapardi adalah sosok yang ramah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sederet penulis dan sastrawan mengucapkan belasungkawa atas kepergian Prof Sapardi Djoko Damono, satu di antaranya adalah Asma Nadia. Penulis deretan novel best seller tersebut mengaku salut dengan sosok Sapardi yang disebutnya terus berkarya hingga ujung usia.

Asma pun mengaku kehilangan Sapardi. "Kehilangan buat semua. Saya ga seberuntung Helvy (Tiana Rosa) karena interaksi (dengan Sapardi) terbatas. Terakhir ke Frankfurt Book Fair beberapa teman sastrawan. Sempat ambil beberapa foto close up beliau," kata Asma dalam pesan WA kepada Republika.co.id, Ahad (19/7). 

Penulis novel Emak Ingin Naik Haji itu mengenang sosok Sapardi sebagai pribadi yang ramah dan tidak pelit merespon setiap pertanyaan. "Apalagi saya kalau dapat kesempatan bertemu para sesepuh sastra, pasti Asma manfaatkan untuk bincang, tanya ini itu. Sebab banyak banget yang bisa digali. Dan setelah ada FLP sama Komunitas Bisa Menulis (dengan 1,1 juta member) rasanya apa yang saya dapat, ingin disampaikan ke teman-teman penulis muda," kata penulis novel 'Surga yang Tak Dirindukan' ini. 

Ia menuturkan, bersama Ahmad Thohari dan NH Dini, Sapardi adalah sosok yang konsisten dalam berkarya. Apalagi dengan dengung nama tetap bertahan puluhan tahun di tengah naiknya nama-nama penyair muda. 

"Bukan cuma menulis puisi yang bagus tapi bisa terus berkarya tak peduli usia. Semoga cara beliau membuktikan diri dengan terus melahirkan karya yang bernas- bisa kita tiru. Hingga sebagai penulis kita memiliki pencapaian yang tak redup oleh waktu."

SSD, kata Asma, adalah penyair yang konsisten. "Karya-karyanya yang (buat saya) romantis jelas punya tempat tersendiri dalam sastra dan penikmat sastra Indonesia."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA