Jumat 24 Jul 2020 17:31 WIB

Penjualan Hewan Qurban di Yogyakarta Turun 30 Persen

Daya beli masyarakat akan hewan qurban menurun.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Ani Nursalikah
Penjualan Hewan Qurban di Yogyakarta Turun 30 Persen
Foto: ANTARA/RAISAN AL FARISI
Penjualan Hewan Qurban di Yogyakarta Turun 30 Persen

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Penjualan hewan kurban di tengah pandemi Covid-19 menurun, salah satunya di Pasar Hewan Siyono Harjo, Gunung Kidul. Bahkan, penurunan penjualan hewan ini mencapai 30 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Asisten Perekonomian Setda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Trisaktiyana mengatakan, daya beli masyarakat saat ini memang menurun. Namun, harga hewan khususnya sapi masih relatif terjaga dan tidak terjadi fluktuasi yang tajam.

Baca Juga

"Terjadi penurunan penjualan ternak sebesar 20-30 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Trisaktiyana, Jumat (24/7).

Ia menyebut, hewan yang masuk ke pasar tersebut tidak hanya berasal dari DIY. Namun juga ada yang didistribusikan dari daerah tetangga seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

photo
Pertimbangan sebelum berqurban. - (Republika)

Selain memantau ketersediaan dan penjualan hewan qurban di Gunung Kidul, ia juga memantau ketersediaan hewan qurban di Kota Yogyakarta dan Bantul. Menurutnya, ketersediaan hewan qurban pada Idul Adha 1441 Hijriyah mencukupi.

"Insya Allah bisa tercukupi, untuk kesehatan dipastikan memenuhi syarat," ujarnya.

Ia pu mengimbau kepada seluruh pihak terkait untuk bersinergi dalam mematuhi protokol kesehatan selama proses penjualan dan penyembelihan hewan kurban. Sehingga, potensi penyebaran Covid-19 selama proses tersebut dilakukan dapat diminimalisasi.

"Tahun kemarin kita belum mengenal Covid-19, kita berharap ada edukasi yang cukup untuk masyarakat.Sehingga protokol kesehatan tetap harus dijalankan dan dipatuhi," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement