Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

UAS Semangati Bank Riau Kepri Dikonversi Jadi Bank Syariah

Jumat 24 Jul 2020 12:06 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Muhammad Hafil

UAS Semangati Bank Riau Kepri Dikonversi Jadi Bank Syariah. Foto: UAS saat mensosialisasikan Yayasan Tabung Wakaf Umat dan menyampaikan tausiyah bertajuk The Amazing Hijrah: Membangun Peradaban dengan Hidup Bersyariah  di hadapan karyawan Bank Riau Kepri Pekanbaru.

UAS Semangati Bank Riau Kepri Dikonversi Jadi Bank Syariah. Foto: UAS saat mensosialisasikan Yayasan Tabung Wakaf Umat dan menyampaikan tausiyah bertajuk The Amazing Hijrah: Membangun Peradaban dengan Hidup Bersyariah di hadapan karyawan Bank Riau Kepri Pekanbaru.

Foto: istimewa
Bank Riau Kepri disemangati UAS jadi bank syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan semangat kepada Bank Riau Kepri untuk mewujudkan perjuangan mereka mengkonversi menjadi bank umum syariah. UAS juga menyemangati para karyawannya agar istiqomah dan merapatkan barisan untuk memperjuangkan sistem ekonomi berbasis syariah.

Hal itu disampaikan UAS saat menyambangi Bank Riau Kepri dan mensosialisasikan Yayasan Tabung Wakaf Umat yang dipimpinnya. Pada kesempatan itu, UAS juga memberikan pencerahan melalui tausiyahnya dengan tajuk "The Amazing Hijrah; Membangun Peradaban Dengan Hidup Bersyariah" di Ballroom Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau, Kamis (23/7).

UAS mengapresiasi langkah Bank Riau Kepri untuk dikonversi menjadi Bank Umum Syariah. Pasalnya, di dalam Alqur'an umat diperintahkan agar menerapkan syariat Islam dalam semua sisi kehidupan mereka.

Untuk menerapkan tuntunan itu, Nabi Muhammad SAW mengajarkan ketentuan syariat dalam setiap perbuatan mereka. Termasuk, dalam ekonomi yang biasa dikenal dengan Fiqh al-Muamalat. UAS mengatakan, bahwa hidup dengan konsep syariah akan membawa kepada ketenangan hidup dan keberkahan.

"Dalam Islam, jangankan sistim ekonomi dan politik, masalah tidur, makan, keluar-masuk kamar mandi diatur oleh Islam. Maka kita mesti serius hidup bersyariah, agar peradaban bisa kita tegakkan dengan bermarwah," kata UAS dalam penyampaian tausiahnya di hadapan karyawan Bank Riau Kepri, dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Kamis (23/7),

UAS lantas menegaskan, bahwa bank syariah tidak sama dengan bank konvensional. Menurutnya, jika ada yang menyamakan atau menuduhnya sama saja, berarti orang itu tidak paham. Dalam bank syariah, akad yang dilakukan memiliki konsekuensi dunia dan akhirat.

Setiap akad dalam perbankan syariah baik dalam hal barang, pelaku, transaksi maupun ketentuan lainnya haruslah memenuhi syarat-syarat dalam ketentuan fiqih Islami dan diawasi pelaksanaannya oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Dalam pembiayaan, bank syariah hanya memberikan dukungan untuk proyek yang jelas kehalalannya, bermanfaat bagi masyarakat, dan menguntungkan bagi bank maupun mitra usaha. Tidak hanya profit oriented, yang pada akhirnya pelaku usaha gulung tikar semua," tambahnya.

Acara sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh Dewan Pengawas Syariah Bank Riau Kepri Ustadz Zulhendri Rais, Direktur Operasional Denny Mulya Akbar, Direktur Kredit dan Syariah Tengkoe Irawan, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Eka Afriadi, dan para pimpinan divisi serta seluruh karyawan Bank Riau Kepri di jalan Sudirman, Pekanbaru.

Di ujung acara, karyawan Bank Riau Kepri menyerahkan wakaf senilai Rp 60 juta kepada Yayasan Tabung Wakaf Umat untuk mendukung program-program yayasan. Direktur operasional, Denny Mulya Akbar, optimis proses konversi berjalan lancar dan terwujud sesuai dengan durasi waktu yang telah dirancang.

"Mohon do'a seluruh hadirin dan seluruh lapisan masyarakat Riau," kata Denny.

Sementara itu, Ketua Yayasan Tabung Wakaf Umat, Ustadz Alnof Dinar dalam pemaparannya mengatakan bahwa sebelum melangkah menuju Bank Riau Kepri, pengurus yayasan yang didampingi oleh UAS dan ketua Pembina Yayasan, Tatang Yudiansyah, telah menerima wakaf tanah seluas 3 hektar dari masyarakat Pekanbaru untuk pembangunan Islamic Center Tabung Wakaf Umat.

"Insya Allah kita akan melakukan shalat Idul Adha dan menyembelih hewan kurban di tanah wakaf," kata Ustaz Alnof. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA