Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Pemerintah Manila Bangun Pemakaman Muslim Pertama

Kamis 23 Jul 2020 03:02 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil

Pemerintah Manila Bangun Pemakaman Muslim Pertama. Foto ilustrasi: Siluet Muslimah Filipina yang sedang berdoa di Paranaque, selatan Manila, Senin.

Pemerintah Manila Bangun Pemakaman Muslim Pertama. Foto ilustrasi: Siluet Muslimah Filipina yang sedang berdoa di Paranaque, selatan Manila, Senin.

Foto: AP
Pemakaman muslim pertama di Manila dibangun.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Pemerintah Manila, Filipina, memulai pembangunan pemakaman Muslim pertamanya dan balai budaya yang diperkirakan yang mencapai 50 juta Peso Filipina. Wali Kota Manila, Isko Moreno memimpin upacara peletakan batu pertama di Pemakaman Selatan Manila pada Rabu (2/7) pagi.

Pemakaman Muslim mencakup sekitar 2.400 meter persegi tanah eksklusif untuk umat Muslim, sebagaimana dilansir dari Manila Times, Rabu (22/7). Pemerintah daerah mengalokasikan 49,3 juta peso Filipina untuk pembangunannya.

Isko mengatakan proyek ini akan mengakhiri kesulitan umat Islam untuk tidak memiliki tempat peristirahatan terakhir mereka. "Tempat untuk beristirahat mereka sesuai dengan kepercayaan dan tradisi mereka," kata isko.

Dalam Islam, jenazah harus dikubur dalam waktu 24 jam. Ketaatan yang ketat pada agama membuat Muslim yang berbasis di Manila untuk membawa mereka pergi ke tempat-tempat terdekat dan sejauh Mindanao karena di ibu kota Filipina itu tidak memiliki kuburan yang khusus untuk mereka.

"Sebagai pengakuan atas kepercayaan dan tradisi saudara-saudari Muslim kita, kita akan membangun Pemakaman Muslim Manila sehingga mereka tidak akan melakukan perjalanan jauh untuk menguburkan orang-orang yang mereka cintai yang telah meninggal," kata Isko.

Dia menuturkan, dengan membangun pemakaman ini maka akan dapat memastikan bahwa orang-orang Muslim yang meninggal dunia dimakamkan sesuai ketentuan Islam. "Persyaratan yang tepat untuk menguburkan orang yang mereka cintai yang sesuai dengan kepercayaan dan tradisi mereka pun dapat dipenuhi," tambah Isko.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA