Kamis 23 Jul 2020 00:10 WIB

Manfaat Mengonsumsi Daging Qurban

Daging qurban memberikan manfaat kesehatan.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Manfaat Mengonsumsi Daging Qurban. Foto: Hewan Kurban (Ilustrasi)
Foto: Republika TV/Muhammad Rizki Triyana
Manfaat Mengonsumsi Daging Qurban. Foto: Hewan Kurban (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Berqurban menjadi salah satu ibadah sunah yang hanya bisa dilakukan pada tanggal 10 dzulhijjah (hari nahar) dan 11-13 dzulhijjah (hari tasyrik). Hanya hewan ternak seperti unta, sapi, domba atau kambing yang memenuhi syarat yang bisa dijadikan hewan qurban. Namun sudah tahukah anda manfaat dari mengkonsumi daging bagi kesehatan?

Menurut ahli gizi yang juga Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof.Dr. Dodik Briawan menjelaskan daging qurban yakni kambing, domba, sapi dan juga unta (untuk di Timur Tengah) pada prinsipnya termasuk kelompok binatang ruminansia yakni binatang memamah biak dan pemakaman rumput. Daging dari hewan qurban dikenal juga dengan sebutan read meat karena berwarna merah atau memiliki mioglobin yang sekaligus membedakan dengan daging unggas maupun ikan yang disebut daging putih atau kuning white meat.

Baca Juga

Menurut Dodik daging dalam susunan menu masyarakat Indonesia dan sebagian besar masyarakat dunia merupakan sumber protein yang sangat baik untuk dikonsumsi. Sebab menurutnya dalam daging terdapat komposisi asam amino yang lengkap, dan mineral mikro lainnya.

"Dan ini sangat baik terutama pada anak usia pertumbuhan.  Selain kelengkapan zat gizi, daging merupakan pangan yang dapat memberikan rasa dan tekstur yang enak. Karena suplai yang terbatas dibandingkan jenis pangan lain, maka harganya menjadi mahal,  Dan bahkan pada sebagian masyarakat hanya mampu makan daging saat hari idul fitri," kata Dodik kepada Republika pada Rabu (22/7).

Lebih lanjut Dodik menjelaskan daging merah (sapi, kambing, unta) pada dasarnya memiliki komposisi gizi yang realtif sama dibandingkan dengan kelompok pangan lain seperti serealia atau tanaman biji-bijian, umbi, sayur dan buah. Diantara nutrisi yang terkandung dalam daging yakni Kalori, Protein, Kalsium, Zat besi, Vitamin D 7 IU, Vitamin B6, Vitamin B12 Magnesium, Kalsium, Fosfor dan lainnya.

"Dalam tabel komposisi pangan Indonesia (terlihat) misal per 100 gram daging pada sapi mengandung protein 18-29 gram, pada daging 15-17 gram. kandungan total lemak pada sapi 12-14 gram, pada kambing 9-10 gram," katanya.

Sementara itu terdapat penelitian yang membuktikan bahwa kandungan kolesterol unta jauh lebih rendah sebanyak 58 mg dibandingkan kambing dan sapi (75-80 mg) per 100 gram. kandungan gizi ini adalah untuk daging merah saja atau bukan jeroan dan otak yang memiliki komposisi gizi yang berbeda.

Dodik jug menjelaskan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi daging kurban, terutama bagi orang dewasa yang beresiko penyakit tidak menular seperti diabet, jantung, hipertensi dan lainnya. Diantaranya ia menyarankan untuk memastikan mengkonsumi hanya dagingnya saja atau tidak mengkonsumsi jeroan dan menghindari lemak yang menempel pada daging.

"Saat pengolahan harus yakin daging diolah sampai matang dengan suhu tinggi yang bisa mematikan bakteri termasuk virus," katanya. 

Selain itu masyarakat dan petugas penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban juga diingatkan agar dapat melaksanakan protokol kesehatan penangan pencegahan Covid-19 sehingga daging yang didistribusikan kepada masyarakat dapat amam dikonsumsi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement