Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Kasih Bantuan ke Palestina, Ini Komentar Fauzi Baadilla

Rabu 22 Jul 2020 22:58 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Akbar

Aktor Fauzi Baadilla yang didaulat menjadi Duta ACT menceritakan pengalamannya berkunjung ke lokasi pengungsian warga Suriah di perbatasan Turki.

Aktor Fauzi Baadilla yang didaulat menjadi Duta ACT menceritakan pengalamannya berkunjung ke lokasi pengungsian warga Suriah di perbatasan Turki.

Foto: Republika/Sapto Andiko Condro
Bagi saya, datang ke Palestina itu mendapat karunia besar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Aktor Fauzi Baadilla memiliki kerinduan untuk datang langsung memberikan bantuan ke Palestina.

Menurut pemeran utama di film Hayya ini, kecintaannya pada kebaikan hati warga bumi syam membuat dirinya tak gentar untuk kembali menginjakkan kaki di sana.

"Bagi saya, datang ke Palestina itu mendapat karunia besar. Saya ke sana karena cari pintu ridho Allah. Saya sadar Allah ngasih kesempatan untuk mendapat keuntungan besar. Jadi, harus saya kejar sebagai muslim saya harus mengejar ridha Allah," ujar Fauzi di acara Konferensi Pers Solidaritas Rabbani untuk Palestina, Rabu (22/7).

Menurut Fauzi, rencananya ia akan menyalurkan bantuan Rabbani dan ACT secara langsung ke Palestina pada bulan September dan Oktober. Menurutnya, memberikan bantuan ke negara konflik bukan yang pertama kali bagi dirinya.

"Ini perjalanan ke 6 memberikan bantuan langsung bareng dengan ACT. Yakni, ke dalam negeri 3 kali dan luar negeri 3 kali. Saya pernah ke Suriah, perbatasan," katanya.

Fauzi mengaku, setiap kali memberikan bantuan secara langsung, hatinya selalu terenyuh. Karena, berkali-kali pengungsi Suriah mendoakan Indonesia saat menerima bantuan.

"Bahkan doa itu berkali-kali disebut. Itu lah yang menggores hati saya," katanya.

Fauzi pun, menceritakan pengalamannya 2 kali ke Suriah dan perbatasan. Saat itu, ia melihat korban perang anak kecil, korban bom kimia, ayah dengan 5 anak yang di amputasi kakinya dan anak perempuan yang pendengarannya terganggu karena begitu lahir langsung mendengar ledakan bom.

"Saya pernah ngabisin hari ditengah perang. Bahkan, saya melihat rudal turun di depan mata. Tapi, itu tak menyurutkan semangat saya untuk datang memberikan bantuan langsung ke Palestina," katanya.

Fauzi mengatakan, ada satu pengalaman yang tak pernah ia lupakan. Yakni, saat ia meminta untuk di doakan oleh seorang anak di Palestina. Sepertinya, di doakan oleh penduduk yang kesulitan tak ada hijab langsung sampai ke Allah.

"Padahal hanya dibacakan surat Al Fatihah, tapi hati kayak dicabik-cabik. Di Indonesia, saya puluhan kali baca Al Fatihah hati biasa saja. Baca Al Fatihah di tanah syam langsung di ijabah, bergetar hati saya," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA